_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://ilmumanajemenindustri.com/2017/11/","Post":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-dividend-yield-rumus-dividend-yield/","Page":"http://ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-dividend-yield-rumus-dividend-yield/pengertian-dividend-yield/","Nav_menu_item":"http://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Tipe-tipe Budaya Organisasi

Jenis / Tipe budaya organisasi (type of organization Culture)

Tipe-tipe Budaya Organisasi – Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda dan memiliki budaya yang unik dalam mengorganisasikan atau mengatur induvidu-individu dalam organisasi tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan pula bahwa tidak ada satupun organisasi adalah sama. Namun pada dasarnya, keunikan-keunikan organisasi merupakan kombinasi dari empat jenis atau tipe budaya organisasi utama. Hal ini dikemukakan oleh dua orang profesor bisnis di Universitas Michigan Amerika Serikat yaitu Robert E. Quinn and Kim S. Cameron.

Robert E. Quinn and Kim S. Cameron mengembangkan suatu Instrumen Penilaian Budaya Organisasi yang disebut dengan Organizational Culture Assessment Instrument atau disingkat dengan OCAI dengan metode survei yang telah divalidasi untuk menilai budaya organisasi yang telah ada pada organisasi yang bersangkutan dan bentuk budaya organisasi seperti apa yang lebih disukai oleh para anggota organisasinya atau karyawan organisasi tersebut.
Baca juga : Pengertian Budaya Organisasi (Organization Culture).

Kerangka kerja pada Instrumen Penilaian Budaya Organisasi ini menjelaskan bagaimana empat budaya organsasi saling bersaing antara yang satu sama yang lainnya. Kerangka kerja atau Framework tersebut terdiri dari 4 parameter yaitu Fleksibilitas, Kontrol (Pengendalian), Fokus Internal dan Fokus Eksternal. Berdasarkan keempat parameter tersebut, Robert E. Quinn and Kim S. Cameron kemudian membagikan budaya organisasi menjadi 4 kuadran yang diantaranya adalah Clan Culture (Kebudayaan Klan), Hierarchy culture (Kebudayaan Hirarki), Market culture (Kebudayaan Pasar) dan Adhocracy culture (Kebudayaan Adhokrasi). Quinn dan Cameron juga menemukan bahwa budaya organisasi yang fleksibel lebih berhasil jika dibandingkan dengan budaya organisasi yang kaku karena organisasi yang terbaik adalah organisasi yang mampu mengelola persaingan antar budaya sambil mengaktifkan nilai-nilai pada empat tipe budaya organisasi lainnya jika diperlukan.

Empat Tipe Budaya Organisasi

Berikut ini adalah pembahasan mengenai empat jenis atau tipe budaya organisasi menurut Robert E. Quinn and Kim S. Cameron.

1. Kebudayaan Klan (Clan Culture)

Dalam organisasi yang berkebudayaan klan ini, setiap anggota dalam organisasi memiliki rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Para pemimpin atau pemimpin organisasi dianggap sebagai mentor dan bahkan sebagai figur seorang ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga. Tipe kebudayaan klan ini mirip dengan organisasi tipe keluarga yang berusaha untuk mencapai mufakat dan komitmen melalui keterlibatan dan komunikasi antar anggota serta menghargai kerjasama, partisipasi dan konsesus. Sukses dalam konteks kebudayaan klan ini adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dan kepedulian terhadap masyarakat.

2. Kebudayaan Adhokrasi (Adhocracy Culture)

Budaya organisasi jenis ini didasarkan pada energi dan kreativitas. Anggota organisasi atau Karyawan didorong untuk berani mengambil risiko, berekspreimen dan berpikir di luar kebiasaan untuk menyelesaikan sesuatu. Para pemimpin atau pemimpin organisasi dianggap sebagai inovator dan pengusaha (entrepreneur). Kebudayaan Adhokrasi ini mendorong organisasi atau perusahaan untuk berkembang dengan menciptakan produk-produk dan layanan yang inovatif dan cepat menanggapi perubahan pasar. Sukses dalam konteks kebudayaan adhokrasi ini adalah memiliki produk dan layanan baru serta menjadi pelopor sesuatu yang baru. Google dan  Facebook adalah contoh perusahaan yang memiliki karakteristik budaya adhokrasi ini.

3. Kebudayaan  Pasar (Market Culture)

Budaya ini dibangun atas dasar dinamika persaingan dan pencapaian hasil nyata, fokusnya adalah pada tujuan atau hasil. Organisasi Tipe Kebudayaan Pasar ini berpusat pada lingkungan eksternal yaitu pelanggannya. Mereka lebih mendahulukan kepentingan pelanggan atau pangsa pasar dan laba perusahaan dibandingkan dengan kepuasan karyawannya maupun pengembangan sumber daya manusianya. Tujuan bersama pada organisasi yang berkebudayaan Pasar ini adalah meraih keuntungan terbesar, mendapatkan pangsa pasar terbesar dan mengalahkan pesaingnya. Sukses dalam konteks organisasi yang berkarakteristik Kebudayaan pasar ini adalah mendapatkan pangsa pasar terbesar dan menjadi pemimpin pasar (Market Leader).

4. Kebudayaan Hirarki (Hierarchy culture)

Budaya Organisasi jenis Kebudayaan Hirarki ini dilandasi oleh struktur dan kendali. Lingkungan kerja bersifat formal dan pengendalian yang ketat. Kepemimpinan didasarkan pada koordinasi dan pemantauan yang terorganisir dengan budaya yang menekankan efisiensi dan prediktabilitas. Nilai dari kebudayaan hirarki ini adalah konsistensi dan keseragaman. Sukses dalam konteks organisasi yang mengadopsi kebudayaan hirarki ini adalah perencanaan (planning) yang andal, kualitas produk dan layanan yang tinggi,  pengiriman yang tepat waktu dan biaya operasional yang rendah. Manajemen harus memastikan kepastian pekerjaan dan prediktabilitas.

Instrumen OCAI (Organizational Culture Assessment Instrument) ini menunjukan bahwa jarang ada perusahaan yang memiliki dominasi salah satu tipe budaya organisasi tertentu dan juga jarang ada perusahaan atau organisasi yang memiliki kesetaraan yang sama terhadap ke-empat budaya organisasi tersebut. Namun ada kemungkinan departemen atau unit kerja tertentu yang menunjukan ciri-ciri subdominan. Contoh sepertinya departemen penelitian dan pengembangan yang mempunyai karakteristik kebudayaaan adhokrasi sedangkan departemen produksi cenderung mengadopsi karakteristik kebudayaan hirarki.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*