_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://ilmumanajemenindustri.com/2017/11/","Post":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-dividend-yield-rumus-dividend-yield/","Page":"http://ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-dividend-yield-rumus-dividend-yield/pengertian-dividend-yield/","Nav_menu_item":"http://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning)

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning)

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning) – ERP adalah singkatan dari Enterprise Resource Planning yang dalam bahasa Indonesianya sering disebut dengan Perencanaan Sumber Daya Perusahaan. Menurut definsi dalam kamus American Inventory and Production Control System (APICS), yang dimaksud dengan ERP atau Enterprise Resource Planning adalah Sistem Informasi yang berorientasi Akuntansi untuk mengidentifikasikan dan merencanakan sumber daya perusahaan untuk membuat, mengirim dan memperhitungkan pesanan pelanggan. Sedangkan definisi ERP pada wikipedia adalah Sistem Informasi yang diperuntukan bagi perusahaan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan yang bersangkutan.

Ada juga yang mengatakan bahwa ERP adalah Sistem perencanaan perusahaan yang berbasis aplikasi komputer terpadu yang digunakan untuk mengelola sumber daya internal dan eksternal perusahaan. Sumber daya perusahaan tersebut termasuk aset-aset yang berwujud, keuangaan, material dan sumber daya manusia.

Jadi pada dasarnya, ERP (Enterprise Resource Planning) menggabungkan beberapa fungsi manajemen ke dalam sistem yang terintegrasi dan memfasilitasi semua arus informasi pada fungsi manajemen tersebut. ERP ini dirancang untuk mengotomasikan proses-proses dasar pada seluruh organisasi melalui database terpusat dan menghilangkan kebutuhan sistem yang berbeda yang dikelola oleh berbagai unit kerja dalam suatu organsasi.
Baca juga : Pengertian MRP (Material Requirement Planning). 

Keuntungan menerapkan ERP (Enterprise Resource Planning)

Pada organisasi atau perusahaan yang tidak menerapkan sistem ERP, umumnya menggunakan sistem database yang terpisah. Dimana setiap unit kerja memiliki database tersendiri, seperti Pemasaran yang memiliki database pemasaran, produksi memiliki data pemasaran, Sumber daya manusia atau HRD memiliki database HRD tersendiri, Purchashing memiliki database pembeliannya tersendiri dan bagian Finance (keuangan) memiliki database keuangan tersendiri. Sistem terpisah demikian memiliki database yang berbeda dan sering terjadi ketidaksesuaian sehingga sulit untuk pengelolaannya. ERP (Enterprise Resource Planning) ini dikembangkan untuk menggantikan sistem-sistem yang terpisah tersebut menjadi terintegrasi sehingga pengelolaannya lebih efektif dan efisien.

Berikut dibawah ini adalah beberapa keuntungan yang bisa dinikmati oleh organasasi yang berhasil menerapkan ERP atau Enterprise Resource Planning (Perencanaan Sumber Daya Perusahaan).

  • Integrasi Bisnis dan Akurasi Data yang lebih baik, Sistem ERP terdiri dari berbagai Modul dan Sub-modul yang dapat mewakili komponen bisnis tertentu. Jika data yang dimasukan pada suatu modul (contohnya data penerimaan material) maka modul-modul lain seperti “Pembayaran” dan “Persediaan” akan secara otomatis diperbaharui juga. Pembaharuan ini terjadi secara “real time” atau tepat pada waktu terjadinya transaksi. Data yang dimasukan tersebut hanya perlu sekali pemasukan saja yaitu saat terjadinya transaksi sehingga tidak perlu lagi ada pemasukan data pada modul lainnya. Dengan demikian, kebutuhan untuk beberapa kali entri data dapat dieliminasi (dihilangkan) dan kemungkinan terjadinya kesalahan pengetikan data dan duplikat data juga dapat diminimalisasikan. Struktur database yang terpusat juga memungkinkan administrasi dan keamanan yang lebih baik atau untuk menghindari terjadi kehilangan data yang penting.
  • Perencanaan dan Manajemen Sistem Informasi, Sistem ERP memiliki alat-alat pendukung pengambilan keputusan yang baik seperti alat perencanaan dan alat simulasi dapat membantu manajemen untuk lebih tepat memanfaatkan sumber dayanya seperti material, sumber daya manusia dan mesin atau peralatan kerja. Dalam menyajikan laporan, sistem ERP dapat menghasilkan laporan standar yang diperlukan oleh manajemen dan laporan tersebut dapat diakses oleh manajemen kapan saja saat dibutuhkan.
  • Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas, Selain menyediakan perencanaan yang lebih baik, sistem ERP juga dapat meningkatkan efisiensi pada aktivitas rutin harian seperti pemesanan, pengiriman, kinerja pemasok, manajemen kualitas, manajemen kas dan realisasi penjualan. Dengan adanya sistem ERP, siklus waktu penjualan ke kas dan pembayaran ke pemasok pun dapat dipersingkat.
  • Pembentukan Standarisasi Prosedur, Sistem ERP didasarkan pada proses praktek internasional terbaik yang diadopsi oleh organisasi yang menerapkannya. Pekerjaan menjadi lebih terstruktur sehingga tidak tergantung pada individu atau pekerja tertentu saja.

Modul-Modul Utama pada ERP

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sistem ERP terdiri dari berbagai Modul dan Sub-modul yang mewakili komponen-komponen bisnis. Modul maupun sub-modul tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan organisasi yang ingin menerapkannya. Berikut ini adalah beberapa Modul Utama atau Modul dasar yang paling sering dijumpai dalam sistem ERP.

  1. Human Resource Module (Modul Sumber daya manusia)
  2. Inventory Module (Modul Persediaan/Inventaris)
  3. Sales and Marketing Module (Modul Penjualan dan Pemasaran)
  4. Purchase Module (Modul Pembelian)
  5. Finance and Accounting Module (Modul Keuangan dan Akuntansi)
  6. Customer Relations Management Module (Modul Manajemen Hubungan Pelanggan)
  7. Manufacturing Module (Modul Manufakturing)
  8. Supply Chain Management Module (Modul Manajemen Rantai Pasokan)

Selain modul-modul diatas, sebenarnya terdapat banyak lagi modul ataupun sub-modul lainnya yang dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*