_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://ilmumanajemenindustri.com/2017/12/","Post":"http://ilmumanajemenindustri.com/3-tingkatan-manajemen-fungsi-fungsinya/","Page":"http://ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://ilmumanajemenindustri.com/3-tingkatan-manajemen-fungsi-fungsinya/tingkatan-manajemen/","Nav_menu_item":"http://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian PBV (Price to Book Value) dan Rumus PBV

Pengertian PBV (Price to Book Value) dan Rumus PBV – Price to Book Value atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Rasio Harga terhadap Nilai Buku yang disingkat dengan PBV adalah rasio valuasi investasi yang sering digunakan oleh investor untuk membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya.  RAsio PBV ini menunjukan berapa banyak pemegang saham yang membiayai aset bersih perusahaan.

Nilai Buku atau Book Value memberikan perkiraan nilai suatu perusahaan apabila diharuskan untuk dilikuidasi. Nilai Buku ini adalah nilai aset perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan atau Balance Sheet dan dihitung dengan cara mengurangkan kewajiban perusahaan dari asetnya (Nilai Buku = Aktiva – Kewajiban). Dengan kata lain, Rasio Price to Book Value ini dapat menunjukan apa yang  akan didapatkan oleh pemegang saham setelah perusahaan terjual dengan semua hutangnya telah dilunasi. Rasio PBV yang rendah merupakan tanda yang baik bagi perusahaan.

Price to Book Value atau Price/Book Value Ratio ini membantu investor untuk membandingkan nilai pasar atau harga saham yang mereka bayar per saham dengan ukuran tradisional nilai suatu perusahaan.
Baca juga : Pengertian PER (Price Earning Ratio) dan Rumus PER.

Rasio PBV ini sangat sesuai untuk digunakan pada perusahaan yang memiliki aset tetap berwujud (tangible assets) yang besar karena tidak memperhitungkan aset yang tidak berwujud (intangible assets). Perusahaan yang memiliki bangunan, mesin, peralatan dan aset tetap lainnya dapat menggunakan rasio Price to Book Value ini untuk memeriksa posisi keuangan perusahaan dengan tepat.  Rasio PBV ini sangat cocok untuk digunakan pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di jasa keuangan seperti Bank dan perusahaan Asuransi. Hal ini dikarenakan perusahaan-perusahaan tersebut memiliki aset keuangan yang sangat besar.

Rumus PBV (Price to Book Value)

PBV atau Price to Book Value (Rasio Harga terhadap nilai Buku) ini dapat dihitung dengan membagikan Harga per lembar Saham perusahaan yang bersangkutan dengan nilai buku per lembar saham (Book Value per Share). Berikut ini adalah Rumus PBV untuk menghitung rasio Harga Saham terhadap Nilai Buku ini.

Rasio Harga terhadap Nilai Buku = Harga per Lembar Saham / Nilai Buku per lembar Saham

Atau dalam bahasa Inggris :

Price to Book Value (PBV) =  Stock Price per Share / Book Vale Per Share

Pengertian PBV (Price to Book Value Ratio) dan Rumus PBV

Contoh Perhitungan PBV (Price to Book Value Ratio)

Per tanggal 03 November 2017, Harga per lembar saham Bank Tabungan Negara Tbk dengan kode emiten BBTN adalah sebesar Rp. 2.880,- sedangkan nilai buku per saham atau book value per share adalah sebesar Rp. 1.944,-. Berapakah Rasio PBV atau Rasio Harga terhadap Nilai Buku BBTN ?

Diketahui :

Harga per lembar saham = Rp. 2.880,-
Nilai Buku per lembar saham = Rp. 1.944,-
Rasio Harga terhadap Nilai Buku = ??

Jawaban :

Price to Book Value = Harga per Lembar Saham / Nilai Buku per lembar Saham
Price to Book Value = Rp. 2.880,- / Rp. 1.944,-
Price to Book Value = 1,48 kali

Jadi Price to Book Value atau PBV Bank Tabungan Negara Tbk adalah sebesar 1,48 kali.

Analisis dan Penilaian Price to Book Value (PBV)

Price to Book Value Rasio (PBV) atau Rasio Harga Saham terhadap nilai Buku ini sering digunakan untuk menilai harga suatu saham apakah murah atau mahal yang biasanya disebut dengan Valuasi Saham. Perusahaan dengan PBV dibawah angka “1” biasanya dianggap sebagai saham yang harganya murah sedangkan rasio PBV diatas nilai “1”  dapat dianggap sebagai saham yang berharga mahal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*