_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://ilmumanajemenindustri.com/2017/12/","Post":"http://ilmumanajemenindustri.com/3-tingkatan-manajemen-fungsi-fungsinya/","Page":"http://ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://ilmumanajemenindustri.com/3-tingkatan-manajemen-fungsi-fungsinya/tingkatan-manajemen/","Nav_menu_item":"http://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Analisis Rasio Solvabilitas (Rasio Leverage) dan Jenis-jenisnya

Pengertian Rasio Solvabilitas (Rasio Leverage) dan Jenis-jenisnya

Pengertian Rasio Solvabilitas (Rasio Leverage) dan jenis-jenisnya – Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio) atau sering juga disebut dengan Rasio Leverage (Leverage Ratio) adalah suatu rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya seperti pembayaran bunga atas hutang, pembayaran pokok akhir atas hutang dan kewajiban-kewajiban tetap lainnya. Hutang Jangka Panjang biasanya didefinisikan sebagai kewajiban membayar yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.

Meskipun Rasio Solvabilitas (Rasio Leverage) dan Rasio Likuiditas adalah sama-sama merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya, namun kedua-duanya memiliki perbedaan dalam jangka waktu pemenuhan kewajibannya. Dimana Rasio Solvabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya sedangkan rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek atau kewajiban lancarnya.
Baca juga : Pengertian Rasio Likuiditas dan jenis-jenisnya.

Rasio Solvabilitas atau Rasio Leverage ini membandingkan keseluruhan beban hutang perusahaan terhadap aset atau ekuitasnya. Dengan kata lain, Rasio ini menunjukan seberapa banyak aset perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham dibandingkan dengan aset yang dimiliki oleh Kreditor (pemberi hutang). Jika pemegang saham memiliki lebih banyak aset, maka perusahaan tersebut dikatakan kurang Leverage. Namun jika kreditor (pemberi Hutang) memiliki mayoritas aset, maka perusahaan yang bersangkutan dikatakan memiliki tingkat leverage yang tinggi. Rasio Solvabilitas atau Rasio Leverage ini sangat membantu manajemen maupun investor untuk memahami bagaimana tingkat risiko struktur modal pada perusahaannya.

Jenis-jenis Rasio Solvabilitas atau Rasio Leverage

Berikut dibawah ini adalah beberapa Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio) atau Rasio Leverage yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.

A. Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang Terhadap Ekuitas)

Debt to Equity Ratio atau Rasio Hutang terhadap Ekuitas adalah rasio keuangan yang menunjukan proporsi relatif antara Ekuitas dan Hutang yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) atau Rasio Hutang Terhadap Ekuitas ini dihitung dengan cara mengambil total kewajiban hutang (Liabilities) dan membaginya dengan Ekuitas (Equity). Berikut dibawah ini adalah Rumus Debt to Equity Ratio (DER).

Debt to Equity Ratio (DER) = Total Hutang / Ekuitas

Baca selengkapnya : Pengertian Debt to Equity Ratio (DER) dan Rumusnya.

Debt Ratio (Rasio Hutang)

Debt Ratio  atau Rasio Hutang adalah Rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan mengandalkan hutang untuk membiayai asetnya. Debt Ratio atau Rasio Hutang ini dihitung dengan membagikan total hutang (total liabilities) dengan total aset yang dimilikinya. Debt Ratio ini sering juga disebut dengan Rasio Hutang Terhadap Total Aset (Total Debt to Total Assets Ratio). Berikut ini adalah rumus rasio hutang (debt ratio) :

Rasio Hutang = Total Hutang / Total Aset

Baca selengkapnya : Pengertian Debt Ratio dan Rumusnya.

Times Interest Earned Ratio

Times Interest Earned adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar atau menutupi beban bunga di masa depan. Times Interest Earned Ratio ini  juga sering disebut juga Interest Coverage Ratio. Cara menghitungnya adalah dengan membagi laba sebelum pajak dan bunga dengan Biaya Bunga. Berikut ini adalah rumus Times Interest Earned Ratio :

Times Interest Earned Ratio = Laba sebelum Pajak dan bunga / Beban Bunga

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*