_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://ilmumanajemenindustri.com/2017/11/","Post":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-dividend-yield-rumus-dividend-yield/","Page":"http://ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-dividend-yield-rumus-dividend-yield/pengertian-dividend-yield/","Nav_menu_item":"http://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Perencanaan Kapasitas Produksi (Production Capacity Planning)

Pengertian dan Cara Mengukur Kinerja Perencanaan Kapasitas Produksi

Pengertian Perencanaan Kapasitas Produksi

Perencanaan Kapasitas Produksi (Production Capacity Planning) – Perencanaan Kapasitas Produksi atau Production Capacity Planning merupakan salah satu proses yang penting dalam suatu sistem produksi. Kapasitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mencapai, menyimpan atau menghasilkan sedangkan yang dimaksud dengan Kapasitas Produksi adalah jumlah unit maksimal yang dapat dihasilkan dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Dalam Manajemen Operasi dan Produksi, Kapasitas Produksi perlu ditentukan dan direncanakan dengan baik sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan.
Baca juga : Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi.

Kapasitas produksi ini biasanya dinyatakan dengan jumlah unit yang dihasilkan (Volume) per satuan waktu.  Beberapa faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi diantaranya seperti jumlah tenaga kerja yagn digunakan, kemampuan dan keahlian tenaga kerja, jumlah mesin dan peralatan kerja yang digunakan, perawatan mesin, tingkat kecacatan produk, pemborosan dalam proses produksi, pasokan bahan baku dan bahan-bahan pendukung dan produktivitas kerja.

Jadi  secara definisi kita dapat mengartikan bahwa Perencanaan Kapasitas Produksi adalah proses untuk menentukan kapasitas produksi yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan manufakturing untuk memenuhi perubahaan permintaan terhadap setiap produknya. Proses perencanaan Kapasitas Produksi ini sangat penting untuk dilakukan karena dengan perencanaan kapasitas produksi ini manajemen dapat menentukan pemanfaatan sumber daya yang optimal serta membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kapasitas produksi seperti penambahan fasilitas produksi, modifikasi lini produksi, penambahan tenaga kerja, pembelian mesin dan peralatan kerja.

Pengukuran Kinerja pada Perencanaan Kapasitas Produksi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, satuan unit Kapasitas Produksi biasanya diukur dengan “jumlah unit” yang dihasilkan (Output) per satuan waktu atau per periode tertentu. Namun pada kondisi dan produk tertentu, kapasitas produksi dapat juga diukur dengan satuan unit yang lain seperti Ton, Liter ataupun Waktu Kerja. Untuk menilai  dan menentukan kefektifan terhadap perencanaan kapasitas produksi, manajemen pada umumnya dapat menggunakan dua indikator kinerja efisiensi kapasitas (Capacity Efficiency Performance Indicators) yaitu Rasio Efisiensi dan Rasio Utilisasi dari Kapasitas Desain (Design Capacity) dan Kapasitas Efektif (Effective Capacity). Melalui perhitungan rasio Efisiensi dan rasi Utilisasinya ini, manajemen akan mengetahui seberapa jauh perencanaan kapasitas berjalan dengan semestinya. Faktor-faktor penentu Keefektifan Perencanaan kapasitas diantaranya seperti faktor Fasilitas (mesin, peralatan, tata letak),  faktor tenaga kerja, faktor operasional, faktor rantai pasokan dan faktor ektsternal.

Kedua indikator tersebut dinyatakan dengan Persentase (%).

Rumus Kapasitas Produksi :

Efisiensi = (Output Aktual / Kapasitas Efektif) x 100

Utilisasi = (Output Aktual / Kapasitas Desain) x100

Keterangan :

  • Kapasitas Desain adalah tingkat output maksimum atau kapasitas layanan dari suatu suatu operasi, proses atau fasilitas. Kapasitas Desain juga dapat dikatakan sebagai output maksimun ideal yang tidak memiliki output cacat atau rusak.
  • Kapasitas Efektif adalah Kapasitas Desain yang dikurangi dengan jumlah unit yang cacat, waktu perawatan dan kapasitas yang hilang akibat pergantian model yang menggunakan fasilitas produksi yang sama.
  • Output Aktual adalah Output nyata yang dihasilkan oleh fasilitas produksi, biasanya tidak melebihi jumlah kapasitas efisiensi. Namun harus diusahakan sedapat mungkin untuk mendekati atau sama dengan kapasitas efektif.

Contoh perhitungan Kinerja Perencanaan Kapasitas

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi pengangkutan tanah menetapkan Kapasitas Desain sebanyak 50 trip per hari dan Kapasitas Efektif-nya sebanyak 45 trip per hari. Sedangkan Output aktualnya hanya sekitar 40 trip per hari. Berapakah Rasio Efisiensi dan Rasio Utilisasi dari kapasitas tersebut?

Diketahui :
Kapasitas Desain = 50 trip per hari
Kapasitas Efektif = 45 trip per hari
Aktual Output = 40 trip per hari

Jawaban :

Efisiensi = (Output Aktual / Kapasitas Efektif) x 100
Efisiensi =  (40 / 45) x 100
Efisiensi = 88,9%

Utilisasi = (Output Aktual / Kapasitas Desain) x100
Utilisasi = (40 / 50) x 100
Utilisasi =  80%

Jadi Rasio Efisiensi Kapasitas Produksi perusahan tersebut adalah 88,9% dan Rasio Utilisasinya adalh 80%.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*