_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/10/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/8-langkah-perubahan-menurut-kotter/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/8-langkah-perubahan-menurut-kotter/8-langkah-perubahan-menurut-john-kotter/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Jenis-jenisnya

Pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Jenis-jenis Rasio Keuangan

Pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Jenis-jenisnya – Analisis Rasio Keuangan adalah analisis kuantitatif yang digunakan untuk mengevaluasi berbagai aspek kinerja operasi dan keuangan perusahaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan seperti laporan neraca (balance sheet), laporan aliran kas (cash flow statement) dan laporan laba-rugi (income statement). Rasio Keuangan ini dapat digunakan oleh manajemen perusahaan, kreditur atau pemberi pinjaman serta investor dan para pemegang saham. Rasio Keuangan ini juga digunakan oleh para analisis sekuritas dan lembaga pemeringkat kredit untuk menilai kekuatan dan kelemahan berbagai perusahaan yang akan dianalisisnya.

Pengertian Analisis Rasio Keuangan menurut para ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi atau pengertian Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) menurut beberapa ahli :

  • Menurut Irawati (2005 : 22), Rasio keuangan merupakan teknik analisis dalam bidang manajemen keuangan yang dimanfaatkan sebagai alat ukur kondisi keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu, ataupun hasil-hasil usaha dari suatau perusahaan pada satu periode tertentu dengan jalan membandingkan dua buah variabel yang diambil dari laporan keuangan perusahaan, baik daftar neraca maupun laba rugi.
  • Menurut Kasmir (2012:104), Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antarkomponen yang ada di antara laporan keuangan.
  • Menurut Samryn (2011), Analisis Rasio Keuangan adalah suatu cara yang membuat perbandingan data keuangan perusahaan menjadi lebih arti. Rasio keuangan menjadi dasar utk menjawab beberapa pertanyaan penting mengenai kesehatan keuangan dari perusahaan.
  • Menurut Munawir (2004:37), Analisis rasio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.

Manfaat Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)

Analisis Rasio Keuangan memberikan berbagai manfaat bagi manajemen perusahaan, kreditur dan investor. Beberapa manfaat analisis rasio keuangan adalah sebagai berikut :

  1. Membantu menganalisis tren kinerja sebuah perusahaan.
  2. Membantu para stakeholder untuk membandingkan hasil keuangan suatu perusahaan dengan pesaingnya.
  3. Membantu Manajemen, kreditur dan investor untuk mengambil keputusan.
  4. Dapat menunjukan letak permasalahan keuangan perusahaan serta kekuatan dan kelemahannya.

Jenis-jenis Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)

Pada umumnya, Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu Analisis Rasio Profitabilitas, Analisis Rasio Solvabilitas, Analisis Rasio Likuiditas dan Analisis Rasio Aktivitas.

1. Analisis Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba (profit) dari pendapatan (earning) yang berhubungan dengan penjualan, aset dan ekuitas. Beberapa jenis rasio profitabilitas sering yang digunakan adalah Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin), Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Return on Sales (ROS), Return on Capital Employed (ROCE).
Baca juga : Pengertian Analisis Rasio Profitabilitas dan Jenis-jenisnya.

2. Analisis Rasio Solvabilitas

Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio) atau disebut juga dengan Rasio Leverage (Leverage Ratio) adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya seperti pembayaran bunga atas hutang, pembayaran pokok akhir atas hutang dan kewajiban-kewajiban tetap lainnya. Jenis-jenis Rasio Solvabilitas atau Rasio Leverage yang sering digunakan adalah Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio), Rasio Hutang (Debt Ratio) dan Times Interest Earned Ratio.
Baca juga : Pengertian Rasio Solvabilitas dan Jenis-jenisnya.

3. Analisis Rasio Likuiditas

Rasio Likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban hutang jangka pendeknya saat jatuh tempo. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya saat jatuh tempo. Rasio Keuangan yang termasuk sebagai rasio likuiditas ini diantaranya adalah rasio lancar (asset ratio), rasio cair (quick ratio acid test) dan Rasio Kas (Cash Ratio).
Baca juga : Pengertian Analisis Rasio Likuiditas dan Jenis-jenisnya.

4. Analisis Rasio Aktivitas

Rasio Aktivitas atau sering juga disebut dengan Rasio Efisiensi adalah jenis analisis Rasio Keuangan yang mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan aset mereka untuk menghasilkan pendapatan. Yang tergolong sebagai Analisis Rasio Aktivitas ini diantaranya adalah Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio), Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Activa Turnover Ratio) dan Rasio Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover Ratio).
Baca juga : Pengertian Analisis Rasio Aktivitas dan Jenis-jenisnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*