Pengertian Elastisitas Permintaan dan Faktor-faktor Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Pengertian Elastisitas Permintaan dan Faktor-faktor Mempengaruhi Elastisitas Permintaan (Elasticity of Demand) – Perubahaan Harga pada suatu komoditas akan mempengaruhi permintaannya. Pada dasarnya, kita dapat mengetahui elastisitas permintaan atau tingkat responsif permintaan dengan cara membandingkan persentase perubahan harga dengan jumlah yang diminta. Jadi yang dimaksud dengan Elastisitas Permintaan adalah respons dari kuantitas yang diminta pada suatu komoditas terhadap perubahan dalam salah satu variabel atau faktor yang menjadi dasar permintaan. Dengan kata lain, Elastisitas Permintaan adalah perubahan persentase dalam kuantitas yang diminta dibagi dengan persentase dalam salah satu variabel yang menjadi dasar permintaan.

Para Ekonom mengukur elastisitas permintaan untuk menentukan bagaimana perilaku konsumen dan pola pengeluaran dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yang dipertimbangkan. Suatu barang yang memiliki elastisitas permintaan yang tinggi untuk suatu variabel ekonomi memiliki arti bahwa permintaan konsumen akan barang yang bersangkutan akan lebih responsif terhadap perubahan dalam variabel tersebut.
Baca juga : Pengertian Perilaku Konsumen (Consumer Behaviour).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Berikut dibawah ini adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi Elastisitas Permintaan pada suatu barang atau jasa (layanan).

Pengertian Elastisitas Permintaan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi Elastisitas permintaan

1. Jenis Barang (Type of Goods)

Jenis barang yang dimaksud disini dapat dibagi atas 3 macam yaitu kebutuhan, kenyamanan dan barang mewah. Kebutuhan adalah barang yang dibutuhkan untuk kehidupan dasar seperti makanan, pakaian dan perumahan. Barang-barang yang nyaman adalah barang yang membuat hidup lebih menyenangkan dan lebih bahagia seperti televisi, makanan organik atau handphone. Barang-barang mewah memberikan kesenangan tambahan dan dapat mencakup mobil sport, perahu, rumah mewah, tas bermerek atau arloji mahal.

Barang-barang yang termasuk dalam barang jenis kebutuhan biasanya tidak elastis, yang berarti bahwa perubahan harga tidak mungkin berdampak pada permintaan. Sebagai contoh, Jika harga bensin naik, permintaan tidak akan berubah banyak karena orang perlu menggunakan mobil mereka untuk berangkat bekerja. Kenyamanan dan barang mewah cenderung lebih elastis karena perubahan dalam variabel ekonomi mungkin menyebabkan permintaan konsumen berkurang.

Penting untuk mempertimbangkan selera dan sudut pandang konsumen karena seseorang mungkin menganggap produk sebagai kenyamanan sementara yang lain mungkin menganggapnya sebagai barang mewah. Sebagai contoh, kebanyakan orang memiliki mobil dan memerlukannya untuk pergi dan pulang kerja setiap hari. Namun, beberapa orang yang hampir tidak mampu membeli makanan atau perumahan mungkin menganggap mobil sebagai barang mewah.

2. Harga (Price)

Tingkat Harga adalah salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi elastisitas permintaan suatu barang atau jasa. Misalnya, perubahan tingkat harga untuk mobil mewah dapat menyebabkan perubahan besar dalam kuantitas yang diminta. Misalnya, apabila produsen mobil mewah memproduksi mobil mewah yang berlebihan, perusahaan tersebut mungkin akan mengurangi harga mobil-mobil mewah tersebut untuk meningkatkan permintaan. Jika harga dikurangi cukup jauh, mobil itu mungkin terjangkau bagi sebagian konsumen yang sangat menginginkan mobil mewah tersebut tetapi tidak mampu membayar harga asli mobil mewah itu.

3. Pendapatan (Income)

Pendapatan (Income) atau dikenal juga sebagai efek pendapatan, tingkat pendapatan suatu populasi juga mempengaruhi elastisitas permintaan barang dan jasa. Sebagai contoh, anggaplah suatu wilayah atau negara menghadapi kemunduran ekonomi di mana banyak pekerja diberhentikan. Penurunan pendapatan tahunan bagi sebagian besar populasi mungkin menyebabkan barang-barang mewah menjadi lebih elastis. Dengan kata lain, resesi mungkin menyebabkan orang menyimpan uang mereka daripada membelanjakan uang mereka untuk barang-barang mewah seperti televisi layar datar, mobil mewah atau jam tangan mahal.

4. Ketersediaan Pengganti (Substitute Availability)

Jika ada pengganti barang yang tersedia, pengganti ini akan membuat permintaan menjadi lebih elastis. Dengan kata lain, produk alternatif membuat permintaan barang atau jasa menjadi lebih sensitif terhadap perubahan harga. Sebagai contoh, katakanlah harga jeruk kota A meningkat karena cuaca buruk atau panen yang buruk. Apabila terdapat jeruk kota B memiliki kualitas dan harga yang berdekatan, maka permintaan konsumen untuk jeruk kota B ini akan menjadi naik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*