_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/12/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis-jenis-analisis-kebutuhan-pelatihan/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis-jenis-analisis-kebutuhan-pelatihan/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Pengertian Manajemen Kinerja (Performance Management)

Pengertian Manajemen Kinerja dan Tujuan Manajemen Kinerja

Pengertian Manajemen Kinerja (Performance Management) dan Tujuannya – Manusia merupakan sumber daya terpenting dalam suatu orgasasi. Dalam mengoperasikan organisasinya, setiap manusia atau SDM yang memiliki perilaku dan pemikiran yang berbeda juga akan mengakibatkan perbedaan dalam kinerjanya. Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan peninjauan terhadap kinerja karyawan yang biasanya disebut dengan istilah Manajemen Kinerja atau Performance Management. Jadi pada dasarnya, Manajemen Kinerja atau Performance Management dapat dianggap sebagai proses sistematis dimana organisasi melibatkan karyawannya dalam mencapai misi dan tujuan organisasinya. Banyak penelitian yang menunjukan bahwa adanya korelasi yang erat antara manajemen kinerja yang efektif dengan pencapaian tujuan organisasi.

Pengertian Kinerja menurut Para Ahli

Sebelum kita membahas lebih lanjut dengan Manajement Kinerja (Performance Management), sebaiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan kinerja itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa pengertian Kinerja yang dalam bahasa Inggris disebut dengan performance ini. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Performance juga dapat diartikan sebagai prestasi kerja atau hasil kerja.

Pengertian Kinerja menurut Simamora (2004:21), Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.

Pengertian Kinerja menurut Payaman J. Simanjuntak (2011: 107), Kinerja adalah tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.

Pengertian Kinerja menurut Barry Cushway (2002:1998), Kinerja adalah menilai bagaimana seseorang telah bekerja dibandingkan dengan target yang telah ditentukan.

Pengertian Manajemen Kinerja menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi atau pengertian Manajemen Kinerja menurut para ahli.

Pengertian Manajemen Kinerja menurut Armstrong dan Baron (1998), Manajemen Kinerja merupakan pendekatan strategis dan terintegrasi untuk memberikan hasil yang sukses dalam organisasi dengan meningkatkan kinerja dan mengembangkan kemampuan tim dan individu.

Pengertian Manajemen Kinerja menurut Irham Fahmi (2014:128), Manajemen Kinerja adalah suatu ilmu yang memadukan seni di dalamnya untuk menerapkan suatu konsep manajemen yang memiliki tingkat fleksibilitas yang representatif dan aspiratif guna mewujudkan visi dan misi perusahaan dengan cara mempergunakan orang yang ada di organisasi tersebut secara maksimal.

Pengertian Manajemen Kinerja menurut Dessler (2003:322), Manajemen Kinerja adalah Proses mengonsolidasikan penetapan tujuan, penilaian, dan pengembangan kinerja ke dalam satu sistem tunggal bersama, yang bertujuan memastikan kinerja karyawan mendukung tujuan strategis perusahaan.

Pengertian Manajemen Kinerja menurut Wibowo (2007:9), Manajemen kinerja merupakan gaya manajemen dalam mengelola sumber daya yang berorientasi pada kinerja yang melakukan proses komunikasi secara terbuka dan berkelanjutan dengan menciptakan visi bersama dan pendekatan strategis serta terpadu sebagai kekuatan pendorong untuk mencapai tujuan organisasi.

Pengertian Manajamen Kinerja menurut Kreitner dan Angelo Kinicki (2014:246), Manajemen Kinerja (performance management) adalah sistem perusahaan di mana manajer mengintegrasikan aktivitas penentuan tujuan, pengawasan dan evaluasi, penyediaan umpan balik dan pelatihan, dan penghargaan karyawan secara kontinu.

Dari beberapa definisi dan pengertian Kinerja maupun Manajemen Kinerja di atas, dapat disimpulkan bahwa Manajemen Kinerja adalah suatu proses dimana manajer dan karyawannya bekerjasama untuk merencanakan, memantau dan meninjau kembali objektif atau sasaran kerja karyawannya agar dapat memberikan kontribusi secara keseluruhan untuk organisasi. Manajemen Kinerja merupakan proses berkelanjutan dari penetepan tujuan, penilaian terhadap kemajuan dan memberikan bimbingan serta umpan balik (feedback) untuk memastikan bahwa setiap karyawannya memenuhi tujuan dan sasaran karir mereka.

 

Tujuan Manajemen Kinerja Karyawan (Employee Performance Management Goals)

Tujuan utama dari Manajemen Kinerja secara keseluruhan adalah memastikan semua elemen organisasi atau perusahaan bekerjasama secara terpadu untuk mencapai tujuan organisasinya. Sedangkan tujuan Manajemen Kinerja dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah sebagai berikut ini :
Baca juga : Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dan Ruang Lingkupnya.

  1. Membantu karyawan dalam mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya secara efisien dan juga dapat mendorong mereka untuk melakukan tugas yang benar dengan cara yang benar.
  2. Meningkatkan kinerja karyawan dengan mendorong pemberdayaan karyawan, motivasi dan penerapan mekanisme penghargaan (rewards) yang efektif.
  3. Meningkatkan sistem komunikasi dua arah antara Supervisor/Manajer dan karyawan untuk dapat memperjelas ekspektasi (harapan) perusahaan mengenai peran dan akuntabilitas karyawan dalam melakukan pekerjaan, mengkomunikasikan tujuan fungsional dan organisasi serta memberikan umpan balik yang teratur dan transparan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan pembinaan berkelanjutan.
  4. Mengidentifikasi hambatan untuk kinerja yang efektif dan menyelesaikan hambatan tersebut melalui pemantauan (monitoring), pembinaan (coaching) dan pengembangan (development).
  5. Menciptakan dasar untuk beberapa keputusan administratif mengenai perencanaan strategis, perencanaan suksesi (succession planning), promosi, kompensasi dan pengupahan yang berdasarkan kinerja.
  6. Meningkatkan pengembangan diri pribadi karyawan dan kemajuan dalam karir karyawan dengan membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diinginkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*