_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/06/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-pendelegasian-wewenang-elemennya/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-pendelegasian-wewenang-elemennya/pendelegasian-wewenang/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/inpage-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio) dan Rumusnya

Pengertian Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio) dan Rumusnya

Pengertian Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio) dan Rumusnya – Rasio Pembayaran Dividen atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Dividend Payout Ratio (DPR) adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur persentase laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen untuk periode waktu tertentu (biasanya dalam 1 tahun). Dengan kata lain, Rasio ini menunjukan seberapa tinggi porsi keuntungan yang diberikan kepada pemegang saham (investor) dan porsi keuntungan yang digunakan untuk mendanai kelangsungan operasional perusahaan.

Rasio Pembayaran Dividen atau Dividend Payout Ratio ini sangat penting bagi Investor. Investor yang tertarik dengan laba jangka pendek akan lebih memilih berinvestasi di perusahaan yang Dividend Payout Ratio-nya tinggi sedangkan bagi Investor yang memilih untuk memiliki pertumbuhan modal akan lebih tertarik untuk berinvestasi di perusahaan yang Dividend Payout Ratio yang rendah.
Baca juga : Pengertian Dividend Yield dan Cara Menghitungnya.

Rasio Pembayaran Dividen pada umumnya berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan-perusahaan yang lebih tua, mapan dan stabil biasanya memiliki rasio pembayaran dividen yang tinggi. Sedangkan perusahaan Start-up atau perusahaan muda dan perusahaan yang mencari pertumbuhan memiliki rasio pembayaran dividen yang rendah.

Investor biasanya akan mencari perusahaan yang rasio pembayaran dividen yang konsisten atau membaik. Namun Rasio Pembayaran Dividen juga tidak boleh terlalu tinggi karena Dividen ini harus dibayar cara tunai (cash) sehingga akan terjadi kesulitan pada pengelolaan kas dan likuiditas perusahaan.

Cara Menghitung Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio)

Berikut ini adalah cara untuk menghitung Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio) beserta rumus dan contoh kasusnya.

Rumus Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio)

Rumus Rasio Pembayaran Dividen dapat dihitung dengan membagi total dividen dengan laba bersih perusahaan. Berikut ini adalah Rumus Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio):

Rasio Pembayaran Dividen = Total Dividen / Laba Bersih

Atau dalam bahasa Inggris :

Dividend Payout Ratio = Total Dividend / Net Income

Rasio diatas merupakan perhitungan untuk keseluruhan pembayaran Dividen baik Total Dividennya maupun Total laba Bersihnya yang umumnya dilaporkan oleh perusahaan dalam laporan keuangan. Di satu sisi, kita juga dapat menghitung rasio pembayaran dividen per saham dengan menghitungkan dividen per saham dengan laba bersih per saham. Tentunya perhitungan rasio pembayaran dividen per saham ini perlu memperhitungkan dividen per saham dan laba bersih per sahamnya.

Contoh Kasus Perhitungan Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio)

Sebuah Restoran dimiliki oleh beberapa pemegang saham melaporan laba bersihnya sebesar Rp. 100 juta. Manajemen Restoran tersebut kemudian memutuskan untuk mengalokasikan Rp. 30 juta untuk Dividen dan sisanyaRp. 70 juta membeli peralatan-peralatan baru untuk operasional restoran. Berapakah Rasio Pembayaran Dividen atau Dividend Payout Ratio pada Restoran tersebut ?

Diketahui :

Total Dividen = Rp. 30.000.000,-
Laba Bersih = Rp. 100.000.000,-
Rasio Pembayaran Dividen = ?

Penyelesaiannya :

Rasio Pembayaran Dividen = Total Dividen / Laba Bersih
Rasio Pembayaran Dividen = Rp. 30.000.000,- / Rp. 100.000.000,-
Rasio Pembayaran Dividen = 30%

Jadi Restoran tersebut membayar 30% dari laba bersih kepada para pemegang saham.

Analisis dan Penilaian Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio)

Rasio Pembayaran Dividen ini sangat penting bagi Investor, hal ini dikarenakan sebagian besar Investor menginginkan arus dividen yang berkelanjutan dari perusahaan sehingga tren yang konsisten dalam rasio ini biasanya lebih penting daripada tinggi rendah rasionya.

Rasio ini biasanya digunakan untuk membandingkan rasio pada tahun-tahun sebelumnya dengan rasio tahun yang terkini. Dari perbandigan tersebut para investor akan menilai atau memperhatikan tren berkelanjutan pada Rasio ini. Misalnya, para Investor akan berasumsi bahwa perusahaan yang memiliki Payout ratio sebanyak 30% selama 5 tahun terkakhir akan terus memberikan 30% laba bersihnya kepada para pemegang saham.

Sebaliknya, perusahaan yang rasionya memiliki tren penurunan akan mengkhawatirkan investor. Misalnya, jika rasio pembayaran dividen ini terus mengalami penurunan selama 5 tahun terakhir mungkin menunjukan bahwa perusahaan tidak dapat lagi membayar dividen yang tinggi. Ini bisa jadi merupakan indikasi penurunan kinerja operasi pada perusahaan tersebut.

Seperti yang disebut sebelumnya, perusahaan yang lebih tua, stabil dan mapan cenderung memilki rasio pembayaran dividen yang tinggi dari perusahaan yang baru dimulai (perusahaan start-up) ataupun perusahaan yang kurang stabil kinerja operasionalnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*