_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/05/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-overhead-pabrik-jenis-bop/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-overhead-pabrik-jenis-bop/biaya-overhead/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/inpage-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio) dan Rumusnya

Pengertian Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio) dan Rumusnya

Pengertian Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio) dan Rumusnya – Rasio Perputaran Aset Tetap atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Fixed Assets Turnover Ratio adalah rasio aktivitas (rasio efisiensi) yang mengukur seberapa efektif dan efisien perusahaan menggunakan aset atau aktiva tetapnya untuk menghasilkan pendapatan. Rasio ini menunjukan produktivitas aktiva tetap dalam menghasilkan pendapatan. Perusahaan yang memiliki Rasio Perputaran Aktiva Tetap atau Aset Tetap yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan tersebut mampu untuk mengelola aset tetapnya secara efisien dan efektif. Aset tetap sangat penting untuk diperhitungkan karena aset tetap ini merupakan komponen terbesar dari total aset perusahaan.
Baca juga : Pengertian Rasio Aktivitas (Rasio Efisiensi) dan Rumusnya.

Pada dasarnya, tidak ada pedoman standar tentang tingkat Rasio Perputaran Aset Tetap atau Fixed Assets Turnover Ratio yang terbaik. Oleh karena itu, diperlukan perbandingan rasio ini untuk perusahaan yang sama dari tahun-tahun sebelumnya untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan membaik atau memburuk selama ini. Kita dapat juga membandingkan Perputaran Aset Tetap ini dengan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama sehingga kita mengetahui apakah perusahaan tersebut memiliki kinerja yang lebih baik atau lebih buruk dari perusahaan lainnya.

Investor dan Kreditor menggunakan rumus ini untuk memahami seberapa baik perusahaan memanfaatkan peralatan dan mesin mereka yang tergolong dalam Fixed Asset (Aset Tetap) ini untuk menghasilkan pendapatan atau penjualan. Rasio ini penting bagi Investor untuk mengukur pengembalian investasi mereka, terutama pada industri manufaktur yang memerlukan pembelian peralatan atau mesin produksi yang besar dan berharga mahal. Sedangkan bagi Kreditur, Kreditur ingin memastikan bahwa perusahaan dapat menghasilkan pendapatan yang cukup dari peralatan atau mesin yang baru dibelinya tersebut untuk membayar kembali pinjamannya.

Cara Menghitung Rasio Perputaran Aset Tetap

Berikut ini adalah cara untuk menghitung Rasio Perputaran Aset Tetap atau Fixed Assets Turnover Ratio yang terdiri dari rumus dan contoh kasusnya.

Rumus Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio)

Aset Tetap atau Aktiva Tetap (Fixed Assets) adalah harta milik perusahaan yang bernilai relatif tinggi dan dapat digunakan lebih dari 1 tahun (tahan lama) dalam kegiatan operasional perusahaan. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 tahun 2015 dikatakan bahwa “Aset  tetap  adalah  aset  berwujud  yang  penggunaanya lebih dari satu periode (satu tahun) dan dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi atau penyediaan barang dan jasa, untuk disewakan kepada pihak lain atau untuk tujuan administratif”. Aktiva Tetap atau Aset Tetap ini dapat berupa tanah, gedung, mesin, peralatan kerja dan kendaraan.

Rasio Perputaran Aset Tetap atau Fixed Assets Turnover Ratio ini dihitung dengan membagi penjualan bersih dengan jumlah Aset Tetap atau Aktiva Tetap.

Rasio Perputaran Aset Tetap = Penjualan Bersih / Aset Tetap

Contoh Kasus Perhitungan Rasio Perputaran Aset Tetap

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Manufakturing Makanan kaleng ingin mengajukan permohonan peminjaman uang dari Bank. Di tahun 2017, Perusahaan tersebut memiliki Penjualan Bersih sebesar Rp. 200 juta dengan jumlah aset tetap (aktival tetap) yang dimilikinya sebesar Rp. 150 juta. Berapakah Ratio Perputaran Aset Tetap perusahaan tersebut.

Diketahui :

Penjualan Bersih = Rp. 200.000.000,-
Jumlah Aset Tetap = Rp. 150.000.000,-
Rasio Perputaran Aset Tetap = ?

Rasio Perputaran Aset Tetap = Penjualan Bersih / Aset Tetap
Rasio Perputaran Aset Tetap = 200.000.000 / 150.000.000
Rasio Perputaran Aset Tetap = 1.33

Jadi Rasio Perputaran Aset Tetap atau Fixed Assets Turnover Ratio adalah sebesar 1.33 kali.

Penilaian Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio)

Perputaran aset tetap yang tinggi mengindikasikan bahwa fixed assets atau aktiva tetap digunakan secara efisien dan jumlah penjualan yang dihasilkan hanya dengan menggunakan jumlah aset yang kecil. Sebaliknya, rasio perputaran aset tetap yang rendah menunjukan perusahaan tidak menggunakan asetnya secara efisien dan efektif. Rasio yang rendah juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yang diantaranya seperti kelebihan produksi namun tidak ada permintaan terhadap produk yang diproduksinya atau menggunakan mesin yang terlalu banyak untuk menghasilkan produknya. Bisa juga dikarenakan adanya hambatan rantai pasokan (supply chain) sehingga jumlah produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*