Pengertian Stratification (Stratifikasi) dan Cara Membuatnya

Pengertian Stratification (Stratifikasi) dan Cara Membuatnya

Pengertian Stratification (Stratifikasi) dan Cara Membuatnya – Yang dimaksud dengan Stratification atau Stratifikasi dalam Manajemen Mutu adalah Pembagian dan Pengelompokan Data ke kategori-kategori yang lebih kecil dan mempunyai karakteristik yang sama. Tujuan dari Stratification (Stratifikasi) adalah untuk mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab pada suatu permasalahan. Untuk dapat mengidentifikasikan kategori-kategori mana yang paling berpengaruh pada permasalahan yang sedang kita bahas, kita perlu menggunakan alat analisis mutu lainnya seperti Scatter Diagram ataupun Pareto Diagram.

Beberapa Contoh Stratification dalam produksi diantaranya seperti penggolongan :

  • Jenis kerusakan
  • Penyebab Kerusakan
  • Produk
  • Model
  • Mesin
  • Material (bahan)
  • Man (Operator yang mengerjakannya)
  • Tanggal Produksi
  • Supplier (Pemasok)
  • Tim Kerja atau Kelompok Kerja
  • Lokasi
  • Shift Produksi

Langkah-langkah Pembuatan Stratification (Stratifikasi)

Langkah-langkah yang diperlukan dalam Stratification (Stratifikasi) adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan Tujuan dari pelaksanaan Stratifikasi
  2. Menentukan variabel atau kriteria yang akan dikelompokkan
  3. Membuat kelompok dan sub kelompok (jika diperlukan)
  4. Memasukan faktor-faktor kedalam kelompok ataupun subkelompok yang sesuai
  5. Agar data lebih mudah dilihat, data stratifikasi tersebut lebih baik dibuat ke dalam bentuk Pareto diagram atau Scatter Diagram.

 

Contoh Kasus dan Cara membuat Pengelompokan Data (Stratification)

Sebuah Perusahaan yang memproduksi DVD Player memiliki tingkat kegagalan produk yang tinggi yaitu sekitar 5% (5 unit DVD Player rusak pada saat proses produksi). Manajemen Perusahaan kemudian membentuk sebuah Gugus Kendali Mutu (GKM) untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Langkah pertama Kelompok kerja GKM ini adalah mengidentifikasikan penyebab utama terjadinya kegagalan. Oleh karena itu, dikumpullah data-data produksi selama 1 bulan terakhir. Dari data tersebut dibuatlah Stratifikasi atau pengelompokan data.

Berikut ini adalah data yang berhasil dikumpulkan oleh Kelompok Kerja GKM :

No.DefectCausesResponsible
1Can not PlaybackMotor DefectSupplier
2Can not Power ONWire not solderedWorkmanship
3Can not PlaybackWire not solderedWorkmanship
4Can not PlaybackMotor DefectSupplier
5Can not Power ONSolder ShortWorkmanship
6Display DimLCD DefectSupplier
7Display DimLCD No solderWorkmanship
8Can not PlaybackWire not solderedWorkmanship
9No Output SoundConnector not solderedWorkmanship
10Can not PlaybackMotor DefectSupplier
11Can not Power ONSolder ShortWorkmanship
12Can not PlaybackMissing WireWorkmanship
13No Output SoundChip Not solderedDipping Machine
14Display DimSolder ShortWorkmanship
15Can not PlaybackWire not solderedWorkmanship
16No DisplayLCD DefectSupplier
17No DisplayLCD No solderWorkmanship
18Can not PlaybackSolder ShortWorkmanship
19Can not PlaybackMissing ComponentWorkmanship
20Can not Power ONChip Not solderedDipping Machine

Dari data diatas kita dapat membuat Stratifikasi atau Pengelompokan data menjadi 3 kategori yaitu berdasarkan Jenis Kegagalan (Defect), Penyebab Kegagalan (Causes) atau Pihak Penanggung Jawab (Responsible).

Sebagai contoh, Kelompok GKM Perusahaan tersebut ingin mengelompokan data berdasarkan Penanggung Jawab (Responsible) atau pihak yang paling besar kontribusinya terhadap kegagalan produksi DVD player, maka data tersebut akan disortir sehingga menjadi data seperti dibawah ini :

ResponsibleQuantity
Workmanship13
Supplier5
Dipping Machine2

Untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan pemecahan masalah, Data tersebut kemudian dioleh ke dalam bentuk Pareto Chart (Cara membuat Pareto Chart dapat dilihat di Artikel : Pengertian Pareto Chart dan Cara Membuatnya) :

Pareto Chart setelah Pengelompokan data (Stratifikasi)

Dari Pareto Chart tersebut dapat lebih mudah kita lihat bahwa kontribusi terbesar kegagalan produk adalah dikarenakan oleh permasalahan “Workmanship” atau faktor pekerja yang menyebabkan terjadinya kegagalan produk tersebut. Dengan demikian kelompok kerja GKM seharusnya dapat mengambil tindakan yang sesuai agar dapat mengurangi permasalahan yang ditimbulkan oleh faktor pekerja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*