_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/12/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis-jenis-analisis-kebutuhan-pelatihan/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis-jenis-analisis-kebutuhan-pelatihan/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Pengertian Biaya Overhead Pabrik dan Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Pengertian Biaya Overhead Pabrik dan Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik (BOP)Manufacturing Overhead Cost atau Biaya Overhead Pabrik adalah semua biaya yang dikeluarkan selama proses produksi kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya yang disingkat dengan BOP ini digunakan untuk menyatakan beberapa biaya tidak langsung yang terkait dengan produk manufakturing yaitu biaya pendukung yang terjadi dalam pembuatan produk. Biaya-biaya ini akan menjadi bagian dari produk dan dialokasikan ke produk dalam berbagai cara. Dalam konsep Akuntansi, Biaya Overhead Pabrik atau BOP sering dianggap sebagai biaya tidak langsung pabrik.

Biaya Overhead pada dasarnya merupakan pengeluaran atau biaya yang tidak mudah ditelusuri  dan sulit untuk diidentifikasikan dengan unit biaya tertentu sehingga tidak dapat dikaitkan langsung dengan produk dan layanan yang dihasilkan. Namun pengeluaran overhead sangat penting untuk produksi dan operasi bisnis karena memberikan dukungan penting terhadap kegiatan produksi dan operasi bisnis dalam menghasilkan laba perusahaan. Dapat dikatakan bahwa tanpa pengeluaran overhead ini, produksi akan sangat sulit bahkan tidak bisa untuk melakukan kegiatannya.

Sebagai contoh, untuk memproduksi suatu produk tentunya memerlukan gedung dan listrik maupun utilitas lainnya agar dapat melakukan  kegiatan produksinya, biaya sewa gedung dan listrik ini dikeluarkan untuk keperluan umum operasional perusahaan dan bukan untuk pesanan atau hanya pada produk tertentu. Perusahaan tersebut harus membayar biaya overhead secara berkelanjutan, terlepas dari apakah perusahaan tersebut menghasilkan produk dalam jumlah banyak (volume besar) ataupun sedikit (volume kecil). Misalnya, Perusahaan tetap harus membayar biaya sewa gedung sebesar Rp. 50 juta meskipun jumlah unit yang diproduksinya hanya 1000 unit (volume kecil)  ataupun dalam jumlah besar sebanyak 10.000 unit (volume besar).

Pengertian Biaya Overhead Pabrik menurut Para Ahli

  • Pengertian Biaya Overhead Pabrik menurut Salman (2013:26), Biaya Overhead adalah biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik meliputi biaya bahan pembantu atau penolong, biaya penyusutan aktiva pabrik, biaya sewa gedung pabrik, dan biaya overhead lain-lain.
  • Pengertian Biaya Overhead Pabrik menurut Garrison, dkk (2013:56), Biaya Overhead Pabrik adalah seluruh biaya manufaktur yang tidak termasuk dalam bahan langsung dan tenaga kerja langsung”
  • Pengertian Biaya Overhead Pabrik menurut Halim (2005:90), Biaya Overhead Pabrik adalah seluruh biaya produksi yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai biaya bahan baku langsung atau biaya tenaga kerja langsung.

Baca juga : Pengertian Manajemen Keuangan dan Ruang Lingkupnya.

Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Biaya Overhead Pabrik dapat digolongkan menjadi beberapa jenis klasifikasi yaitu Jenis-jenis BOP menurut Perilakunya yang berhubungan dengan perubahan volume produksi dan jenis-jenis BOP menurut sifat atau Objek Pengeluarannya.

A. Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik menurut Perilakunya

Berdasarkan perilakunya yang berhubungan dengan perubahan volume produksi, BOP dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu Biaya Overhead Variabel, Biaya Overhead Tetap dan Biaya Variabel Semi-Variabel.

Pengertian Biaya Overhead Pabrik dan Jenis-jenis Biaya Overhead

A.1. Biaya Overhead Pabrik Variabel

Biaya Overhead Variabel adalah biaya overhead yang berubah sebanding dengan perubahan volume produksinya. Dengan kata lain, Biaya Overhead Variabel ini akan meningkat seiring naiknya volume produksi. Sebaliknya, biaya Overhead Variabelnya akan menurun apabila volume produksi mengalami penurunan. Biaya Overhead Pabrik Variabel ini diantaranya adalah Tenaga Kerja tidak langsung, biaya perawatan dan perbaikan mesin serta biaya bahan-bahan penolong.

A.2. Biaya Overhead Pabrik Tetap

Biaya Overhead Tetap atau Fixed Overhead Cost adalah biaya overhead yang tidak berubah meskipun terjadi perubahaan pada volume produksinya. Dengan kata lain, Biaya tetap per unit akan berkurang apabila volume produksinya meningkat. Sebaliknya, biaya tetap per unit akan meningkat apabila volume produksi menurun. Biaya Overhead Pabrik yang tetap ini diantranya seperti biaya sewa pabrik atau biaya penyusutan pabrik, biaya penyusutan mesin dan peralatan kerja, biaya hukum dan gaji para ekskutif perusahaan.

A.3. Biaya Overhead Pabrik Semi-Variabel

Biaya Overhead Semi-Variabel adalah biaya overhead yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume produksi. Artinya, Biaya Semi-Variabel ini memiliki karakteristik biaya overhead tetap maupun biaya overhead variabel atau juga dapat dikatakan bahwa biaya semi-variabel ini adalah sebagain tetap dan sebagiannya lagi bervariabel. Biaya Overhead Variabel ini dapat tetap pada tingkat kegiatan produksi tertentu dan bervariasi setelah tingkat produksi tersebut. Contoh biaya overhead semi-variabel ini seperti biaya listrik yang pada volume produksi tertentu akan tetap sama namun biaya listrik ini akan meningkat apabila terjadi peningkatkan volume produksi pada tingkat tertentu.

B. Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik menurut Sifat atau Objek Pengeluarannya

Berdasarkan sifatnya, Biaya Overhead Pabrik dapat dibedakan menjadi Biaya Bahan Penolong atau Bahan tidak langsung (Indirect Materials), Tenaga Kerja tidak langsung (Indirect Labor), Biaya Tidak Langsung (Indirect Expenses).

B.1. Biaya Bahan Penolong atau Biaya Bahan Tidak Langsung (Indirect Materials)

Biaya Bahan Penolong atau Biaya Bahan Tidak Langsung (Indirect Materials) adalah biaya bahan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu produk namun dalam jumlah yang relatif kecil serta sulit untuk dilacak keberadaannya di produk jadi. Bahan-bahan tidak langsung atau bahan penolong tersebut contohnya seperti cairan pembersih yang digunakan untuk membersihkan mesin produksi, lem yang digunakan untuk menempelkan kertas pada produksi buku bacaan ataupun sarung tangan yang digunakan oleh pekerja untuk mencegah jejak sidik jari di produksi ponsel dan lain sebagainya.

B.2. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

Biaya Tenaga Kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperkerjakan tenaga kerja yang secara fisik tidak berhubungan dengan proses pembuatan produk atau dengan tujuan untuk membantu para pekerja menghasilkan suatu produk. Contohnya seperti Mandor dan Manager Produksi, Staff Administrasi, Staff Personalia, Staff Akuntansi dan lain sebagainya.

B.3. Biaya Tidak Langsung (Indirect Expenses)

Selain biaya bahan penolong dan biaya tenaga kerja tidak langsung, terdapat lagi biaya-biaya tidak langsung lainnya yang tidak terhubung langsung dengan produk atau jasa yang dihasilkan namun tanpa mengeluarkan biaya-biaya tidak langsung tersebut, produksi tidak akan dapat menghasilkan produk yang dibutuhkan. Biaya-biaya ini juga pada dasarnya juga tidak mudah untuk dialokasikan secara akurat ke unit produk yang dihasilkan. Biaya-biaya tidak langsung tersebut seperti biaya listrik, biaya air, biaya asuransi, biaya sewa (gedung, mesin, kendaraan bermotor), biaya penyusutan aset, biaya perawatan dan perbaikan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*