_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/05/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-overhead-pabrik-jenis-bop/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-overhead-pabrik-jenis-bop/biaya-overhead/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/inpage-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Moving Average (Rata-rata Bergerak) dan Rumus Moving Average

Pengertian Moving Average (Rata-rata Bergerak) dan Rumus Moving AverageMoving Average atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Rata-rata Bergerak adalah salah satu metode peramalan bisnis yang sederhana dan sering digunakan untuk memperkirakan kondisi pada masa yang akan datang dengan menggunakan kumpulan data-data masa lalu (data-data historis). Dalam Manajemen Operasi dan Produksi, kumpulan data disini dapat berupa volume penjualan dari historis perusahaan. Periode waktu kumpulan data tersebut dapat berupa Tahunan, Bulanan, Mingguan bahkan Harian. Metode Peramalan Moving Average ini sering digunakan dalam peramalan bisnis seperti peramalan permintaan pasar (demand forecasting), analisis teknikal pergerakan saham dan forex serta memperkirakan tren-tren bisnis di masa yang akan datang.
Baca juga : Pengertian Manajemen Operasi dan Produksi beserta Ruang Lingkupnya.

Pengertian Moving Average (Rata-rata Bergerak) dan Cara Menghitungnya

Pada dasarnya, Pengertian Moving Average atau Rata-rata bergerak adalah metode peramalan yang menghitung rata-rata suatu nilai runtut waktu dan kemudian digunakan untuk memperkirakan nilai pada periode selanjutnya. Moving Average atau Rata-rata Bergerak diperoleh melalui penjumlahan dan pencarian nilai rata-rata dari sejumlah periode tertentu, kemudian menghilangkan nilai terlamanya dan menambah nilai baru.

Metode Moving Average ini lebih baik digunakan untuk menghitung data yang bersifat stabil atau data yang tidak berfluktuasi dengan tajam (data yang perubahan naik dan turunnya sangat drastis). Hal ini dikarenakan data pada setiap periode diberikan bobot yang sama sehingga tidak dapat mewakilkan periode-periode tertentu yang bersifat khusus ataupun data periode terakhir yang biasanya dinilai sebagai data yang terbaik dalam mengambarkan kondisi terkini. Oleh karena itu, munculah Metode-metode Moving Average yang lain untuk mencoba mengatasinya, metode moving average yang lain diantaranya adalah Metode Weighted Moving Average (Rata-rata Bergerak Berbobot) atau disingkat dengan WMA dan Metode Exponential Smoothing (Metode Penghalusan Bertingkat). Sedangkan Metode Moving Average yang sederhana ini sering disebut dengan Simple Moving Average atau disingkat dengan SMA.

Rumus Moving Average (Rumus Rata-rata Bergerak)

Rumus Moving Average atau Rata-rata Bergerak adalah sebagai berikut :

MA = ΣX / Jumlah Periode

Keterangan :
MA = Moving Average
ΣX  = Keseluruhan Penjumlahan dari semua data periode waktu yang diperhitungkan
Jumlah Periode = Jumlah Periode Rata-rata bergerak

atau dapat ditulis dengan :

MA = (n1 + n2 + n3 + …) / n

Keterangan :
MA = Moving Average
n1 = data periode pertama
n2 = data periode kedua
n3 = data periode ketiga dan seterusnya
n = Jumlah Periode Rata-rata bergerak

Contoh Kasus dan Cara Menghitung Moving Average (Rata-rata Bergerak)

Perusahaan PT. ZZYY yang bergerak di bidang manufakturing Ponsel ingin meramalkan penjualan Ponsel untuk bulan April dan Mei dengan menggunakan data bulanannya yang dimulai dari bulan Januari. Periode Rata-rata bergeraknya adalah 3 bulan. Berikut ini adalah cara dan hasil perhitungannya.

Bulan Penjualan (unit) Perkiraan (unit)
Januari 22.500
Februari 37.500
Maret 30.000
April ?
Mei ?

 

Penyelesaiannya :

Perkiraan Penjualan untuk bulan April adalah :

MA April = (22.500 + 37.750 + 30.000) / 3
MA April = 90.000 / 3
MA April = 30.000

Jadi perkiraan penjualan ponsel pada bulan April adalah sekitar 30.000 unit.

Kita dapat melanjutkan lagi untuk bulan Mei dengan menggunakan data perkiraan yang dihitung tersebut atau dengan menunggu hasil aktual pada bulan yang bersangkutan. Misalnya data aktual pada bulan April yang didapat adalah 35.000 unit, maka perhitungannya adalah sebagai berikut :

MA Mei = (37.500 + 30.000 + 35.000) / 3
MA Mel = 102.500 / 3
MA Mei = 34.167

Dengan perhitungan tersebut didapat bahwa perkiraan penjualan ponsel untuk Mei adalah sekitar 34.167 unit.

Catatan : Untuk perhitungan bulan Mei, Penjualan pada bulan Januari dihilangkan dan digantikan dengan hasil penjualan pada bulan April. Hal ini karena perhitungan Moving Average atau Rata-rata Bergerak kita adalah 3 bulanan.

Kita dapat membuat tabel peramalan penjualan dengan tabel seperti berikut ini :

Bulan Penjualan (unit) Perkiraan (unit)
Januari 22.500
Februari 37.500
Maret 30.000
April 35.000 30.000
Mei ? 34.167

 

Kita dapat melanjutkan tabel ini setelah mendapatkan data-data aktual penjualannya. Berikut ini adalah contoh tabel dan grafik perhitungan peramalan atau perkiraan penjualan beserta data aktual penjualannya.

Pengertian Moving Average (Rata-rata Bergerak) dan Rumus Menghitung Moving Average

4 Comments on Pengertian Moving Average (Rata-rata Bergerak) dan Rumus Moving Average

  1. Bagus artikelnya
    Sebagai orang yang non manajemen mau tanya
    Periode rata-rata bergerak maksudnya apa ?
    Yang 3 bulan itu dasarnya dari mana ?
    Kalau periode rata-rata bergerak diubah menjadi 5 bulan efeknya apa ? Apakah lebih akurat ?

    • Terima kasih atas kunjungannya,
      kita mencari periode rata-rata bergerak dengan menghitung nilai rata-rata dari sejumlah periode tertentu (contohnya 3 bulan), kemudian menghilangkan nilai terlamanya dan menambah nilai baru pada bulan terbarunya (seperti pada contoh kasus di artikel ini).
      3 bulan dalam contoh ini adalah sebagai contoh saja. Setiap manajemen perusahaan memiliki pertimbangannya sendiri.
      Tidak ada jaminan bahwa 5 bulan akan lebih akurat dari 3 bulan. Setiap industri ataupun produk memiliki tren dan permintaannya tersendiri.

  2. yang saya amati dari contoh soal diatas untuk bulan april itu datanya diambil dari data penjualan pada 3 bulan sebelumnya yaitu bulan februari maret april (22.500 + 37.750 + 30.000), lha untuk mencari perkiraan bulan januari bagamana pak ? apakah diambilkan dari data 3 bulan sesudahnya (februari maret april
    ) apa gimana )

    • Terima kasih atas kunjungan dan pertanyaannya.
      Jika ingin mencari perkiraan bulan Januari, data yang digunakan adalah data Oktober, November dan Desember pada tahun sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*