_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/10/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/8-langkah-perubahan-menurut-kotter/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/8-langkah-perubahan-menurut-kotter/8-langkah-perubahan-menurut-john-kotter/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Pengertian Rasio Aktivitas (Rasio Efisiensi) dan Jenis-jenisnya

Pengertian Rasio Aktivitas atau Rasio Efisiensi dan Jenis-jenis Rasio Aktivitas

Pengertian Rasio Aktivitas (Rasio Efisiensi) dan Jenis-jenisnya – Rasio Aktivitas atau sering juga disebut dengan Rasio Efisiensi adalah jenis analisis Rasio Keuangan yang mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan aset mereka untuk menghasilkan pendapatan.  Dengan kata lain, Rasio Aktivitas atau Rasio Efisiensi ini mengukur kemampuan bisnis untuk mengubah berbagai jenis aset atau aktiva yang non-tunai menjadi uang tunai. Perusahaan yang dapat semakin cepat mengubah  asetnya menjadi uang tunai atau penjualan, semakin efisien kinerjanya.

Analisis Rasio Aktivitas atau Rasio Efisiensi ini akan lebih berarti apabila dibandingkan dengan industri-industri yang sejenis. Hal ini dikarenakan Industri yang berbeda jenis atau industri yang bergerak di bidang yang berbeda akan memiliki rasio aktivitas yang berbeda juga. Sebagai contoh, Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan komoditas kebutuhan sehari-hari (beras, gula, minyak, garam, dan lain-lainnya) pasti memiliki aset dan persediaan yang berbeda dengan perusahaan yang menjual komoditas minyak dan gas.

Rasio Aktivitas atau Rasio Efisiensi ini sangat bermanfaat bagi Manajemen Perusahaan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja perusahaannya. Bagi Investor dan Kreditor, Rasio Aktivitas ini sangat bermanfaat untuk menilai dan mengukur Efisiensi dan Profitabilitas perusahaan yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan Rasio Aktivitas ini akan berjalan seiring dengan Rasio Profitabilitas. Ketika sebuah perusahaan lebih efisien dengan sumber dayanya, maka perusahaan tersebut akan cenderung menjadi perusahaan yang menguntungkan atau perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi.
Baca juga : Pengertian Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio) dan Jenis-jenisnya.

Jenis-jenis Rasio Aktivitas (Rasio Efisiensi)

Rasio Aktivitas (Activity Ratio) ini juga sering disebut dengan Rasio Efisiensi (Efficiency Ratio) atau Rasio Manajemen Aset (Asset Management Ratio). Rasio-rasio keuangan yang tergolong didalam Analisis Rasio Aktivitas ini diantaranya adalah Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio), Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Activa Turnover Ratio) dan Rasio Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover Ratio).

Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio) adalah jenis rasio aktivitas yang menunjukan seberapa efektif persediaan dikelola dengan membandingkan harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata untuk suatu periode. Dengan kata lain, Rasio Perputaran Persediaan ini adalah rasio yang menilai efisiensi pengendalian persediaan barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali. Berikut ini adalah rumus Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio).

Rasio Perputaran Persediaan = Penjualan / Rata-rata Persediaan

Rasio Perputaran Total Aset (Total Assets Turnover Ratio)

Rasio Perputaran Total Aset atau Total Assets Turnover Ratio adalah rasio efisiensi yang mengukur efisiensi penggunaan aset perusahaan terhadap penjualan produk. Dengan kata lain, Rasio Perputaran Total Aset ini adalah pengukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan dari total asetnya dengan membandingkan penjualan bersih dengan total aset rata-rata. Berikut ini adalah Rumus Rasio Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover Ratio).

Rasio Perputaran Total Aset = Penjualan / Total Aset

Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio)

Seperti namanya, Rasio Perputaran Aset Tetap atau Fixed Assets Turnover Ratio ini membandingkan penjualan perusahaan dengan aset tetapnya. Rasio ini dapat menunjukan seberapa efektif dan efisien perusahaan menggunakan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan. Berikut ini adalah Rumus Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio).

Rasio Perputaran Aset Tetap = Penjualan / Total Aset Tetap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*