_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/09/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-perubahan-change-management/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-perubahan-change-management/manajemen-perubahan/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Peralatan Penanganan Bahan (Material Handling Equipments)

Peralatan Penanganan Bahan (Material Handling Equipments) – Penanganan Bahan atau Material Handling dalam manajemen operasi dan produksi adalah proses yang mencakup operasi dasar dalam pemindahan, pergerakan, penyimpanan, perlindungan dan pengendalian bahan baku, barang setengah jadi yang masih dalam proses produksi ataupun barang jadi pada proses pembuatan, pergudangan, pendistribusian dan pembuangan. Dalam operasi tersebut, diperlukan peralatan-peralatan penanganan bahan yang sesuai agar bahan-bahan yang ditangani tersebut dapat secara efisien mencapai tujuannya dengan aman dan memenuhi kebutuhan produksi yang hingga  akhirnya juga memenuhi kebutuhan pelanggan.
Baca juga : Pengertian Material Handling (Penanganan Bahan) dan 20 Prinsip Material Handling.

Pemilihan Peralatan Penanganan Bahan

Saat ini banyak sekali peralatan-peralatan penanganan bahan yang ditujukan untuk berbagai kebutuhan proses material handling sehingga kita perlu memilih peralatan mana yang paling cocok untuk kebutuhan penanganan bahan kita.  Pemilihan peralatan penanganan bahan atau material handling equipments merupakan keputusan penting karena akan mempengaruhi biaya dan efisiensi pada sistem penanganan bahan itu sendiri. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih peralatan penanganan bahan ini diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Sifat-sifat Material

Pertimbangan pertama yang penting adalah sifat dari dari Material atau bahan yang akan ditangani, sifatnya dapat berupa padat, cair ataupun gas serta ukuran, bentuk dan berat bahannya. Perlu diketahui juga apakah bahan yang akan kita pindahkan tersebut merupakan bahan yang beracun, korosif atau rapuh. Sifat bahan yang berbeda memerlukan metode dan peralatan yang berbeda juga.

2. Layout dan Karakteristik Bangunan

Faktor selanjutnya adalah faktor ketersediaan ruang untuk penanganan. Tingkat ketinggian langit-langit (ceiling) yang rendah dapat menjadi penghalang bagi alat-alat tertentu seperti Hoist dan Crane. Kolom-kolom bangunan di tempat tertentu juga akan membatasi ukuran peralatan yang akan digunakan. Jika gedung yang digunakan adalah gedung bertingkat maka  peralatan yang digunakan juga akan berbeda dengan gedung yang hanya memiliki satu lantai. Tata Letak atau layout fasilitas pada jenis operasi tertentu (continue, intermitten, fixed position dan group) juga turut menentukan jenis peralatan penanganan bahan yang harus digunakan. Kapasitas lantai pada suatu bangunan juga sangat membantu dalam memilih penanganan material yang terbaik untuk digunakan.

3. Arus Aliran Produksi

Jika aliran produksi cukup konstan (tidak berubah) antara dua posisi yang tetap atau hampir tidak berubah, maka kita dapat menggunakan peralatan tetap seperti Conveyor atau Peluncuran (chute). Namun apabila aliran produksi tidak konstan dan selalu berubah dari satu titik ke titik lainnya maka peralatan bergerak seperti truk atau trolley akan menjadi pilihan yang lebih baik.

4. Pertimbangan Biaya

Pertimbangan biaya merupakan salah satu pertimbangan yang terpenting dalam pemilihan peralatan penanganan material/bahan. Faktor-faktor yang disebut diatas dapat mempersempit kisaran pilihan peralatan yang sesuai, sementara biaya dapat membantu mengambil keputusan terakhir dapat pemilihan.  Beberapa elemen biaya yang perlu dipertimbangkan ketika membuat perbandingan diantara peralatan-peralatan yang dapat menangani beban yang sama. Biaya Investasi seperti pembelian awal, biaya perawatan dan biaya operasi adalah biaya utama yang harus dipertimbangkan. Dengan memperhitungkan dan membandingkan total biaya pada masing-masing peralatan yang dipertimbangkan ini, kita dapat lebih rasional dalam membuat keputusan sehingga menghasilkan keputusan yang lebih tepat.

5. Sifat Operasi

Pemilihan peralatan penangan bahan juga tergantung pada sifat operasi seperti apakah penanganan bahan tersebut bersifat sementara atau permanen, apakah alirannya berkesinambungan (Continue) atau terputus-putus (intermiten) ataupun pola aliran material/bahannya adalah vertikal atau horizontal.

6. Faktor-faktor Teknis

Pemilihan peralatan penanganan material/bahan juga tergantung faktor teknis seperti dimensi pintu dan langit-langit, ruang lantai dan kondisi lantai serta kekuatan struktural bangunan.

7. Keandalan Peralatan

Keandalan Peralatan dan Reputasi Pemasok (Produsen Peralatan) serta layanan purna jual juga memainkan peranan penting dalam memilih peralatan penanganan material tersebut.

Peralatan-Peralatan Penanganan Bahan (Material Handling Equipments)

Pada umumnya, Peralatan penanganan bahan atau Material Handling Equipments dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu Peralatan Jalur Tetap dan Peralatan Jalur Variabel.

  • Peralatan Jalur Tetap (Fixed Path Equipment), Peralatan Jalur Tetap atau Fixed Path Equipments adalah Peralatan yang bergerak di jalur tetap seperti Conveyor, perangkat monorail dan peralatan peluncuran.
  • Peralatan Jalur Variabel (Variable Path Equipment), Peralatan Jalur Variabel atau Variable Path Equipment Peralatan bergerak yang tidak memiliki batasan dalam arah gerak. Peralatan tersebut diantaranya seperti Truk, forklift, Crane dan traktor.

Selain digolongkan menjadi Fixed Path (Jalur Tetap) and Variable Path (Jalur Variabel), Peralatan-peralatan Penanganan Material juga dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori utama yaitu :

Peralatan Penanganan Bahan (Material Handling Equipments)

1. Conveyor

Conveyor atau Konveyor digunakan untuk mengantarkan material atau bahan dari 2 titik tempat kerja yang tetap. Conveyor biasanya digunakan di operasional produksi yang terus-menerus atau produksi massal. Terdapat beberapa jenis conveyor yaitu conveyor roller, conveyor roda dan conveyor sabuk. Keputusan untuk menggunakan Conveyor harus dipertimbangkan dengan baik dan hati-hati karena biaya pemasangan conveyor cukup tinggi dan juga kurang fleksibel.

2. Truk Industri (Peralatan Mobil)

Truk Industri lebih fleksibel jika dibandingkan dengan Conveyor karena dapat bergerak di antara berbagai titik dan tidak secara permenen diletakan di tempat yang tetap. Truk Industri ini cocok untuk produksi intermitten dan untuk menangani bahan dengan berbagai ukuran dan bentuk. Jenis-jenis truk industi diantaranya seperti truk industri yang didorong dengan tenaga manusia , tenaga listrik maupun tenaga mesin (dengan bahan bakar minyak).

3. Crane dan Hoist (Derek dan Kerekan)

Crane (Derek) adalah sejenis mesin yang umumnya dilengkapi dengan tali pengangkat, tali kawat atau rantai. Crane dapat mengangkat dan menurunkan bahan secara vertikal, kemudian memindahkannya secara horizontal sehingga banyak digunakan untuk mengangkat benda berat dan memindahkannya ke tempat lain. Hoist (Kerekan) adalah alat yang digunakan untuk mengangkat dan menurunkan beban melalui drum atau roda angkat di sekitar tali atau rantai yang dibungkus. Seiring dengan perkembangannya, saat ini terdapat Hoist yang dioperasikan secara manual maupun yang dioperasikan oleh tenaga listrik. Hoist biasanya digunakan dalam ruangan (indoor) sedangkan Crane (Krane) banyak digunakan di luar ruangan (outdoor). Crane dan Hoist ini dapat digunakan di produksi yang sifatnya intermittent (putus-putus) ataupun Continue (terus-menerus).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*