_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/09/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-perubahan-change-management/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-perubahan-change-management/manajemen-perubahan/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Peramalan dengan Metode Delphi

Peramalan dengan Metode Delphi

Peramalan dengan Metode Delphi – Metode Delphi adalah metode peramalan (forecasting) yang digunakan untuk meramalkan kemungkinan yang akan terjadi di masa depan dengan menggunakan pandangan dan kesepakatan dari sekelompok ahli yang berasal dari berbagai bidang kerja atau industri. Para ahli yang membentuk sebuah panel ini bisa berasal dari unit kerja yang berbeda ataupun dari bidang-bidang kerja yang berbeda atau bahkan dari negara yang berbeda. Sekelompok ahli tersebut kemudian memberikan pandangannya masing-masing dan memberikan perkiraan atau asumsi kepada fasilitator untuk meninjau data yang didapatkannya kemudian diolah menjadi laporan rangkuman.

Para ahli yang berada di panel ahli ini membahas dan meninjau kembali laporan rangkuman tersebut yang kemudian memberikan perkiraan atau peramalan terbaru kepada fasilitator untuk menghasilkan laporan rangkuman kedua. Proses ini berlanjut sampai semua peserta dalam panel ahli tersebut mencapai suatu kesepakatan atau konsensus.

Para ahli di setiap putaran pembahasan laporan rangkuman ini memiliki catatan lengkap tentang ramalan apa yang telah dibuat oleh para ahli lainnya, namun mereka tidak mengetahui siapa yang sebenarnya membuat ramalan tersebut. Anonimitas (tanpa nama) ini memungkinkan para ahli untuk mengekspresikan pandangan dan pendapat mereka dengan bebas serta mendorong keterbukaan dan menghindari kesalahan dan merevisi peramalan sebelumnya.

Proses dalam metode Delphi ini adalah proses yang berulang-ulang dan mungkin terdiri dari beberapa babak atau putaran peninjauan hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Tahap Pertama adalah mendapatkan pendapat atau peramalan dari kelompok ahli yang hasilnya akan diringkas atau dirangkum untuk dijadikan sebagai dasar bagi putaran kedua. Hasil ringkasan dari putaran kedua kemudian akan dijadikan sebagai dijadikan dasar untuk putaran ketiga dan seterusnya hingga mendapatkan kesepakatan bersama. Tujuan dari proses berulang-ulang ini adalah untuk memperjelas masalah serta mengidentifikasikan bagian yang disepakati atau bagian mana yang tidak disetujui dan secara  bertahap menemukan kesepakatan bersama.
Baca juga : Pengertian Forecasting (Peramalan) dan langkah-langkah Peramalan.

Langkah-langkah pada Metode Delphi

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah langkah-langkah pada Metode Delphi hingga mencapai konsensus atau kesepakatan  bersama.

1. Pilih Fasilitator

Langkah pertama adalah memilih fasilitator, fasilitator yang tepat adalah orang yang memiliki kemampuan atau pengalaman dalam penelitian dan pengambilan data.

2. Identifikasi Para Ahli yang diperlukan

Teknik atau Metode Delphi ini sangat tergantung pada panel ahli. Tim Panel ini dapat berasal dari tim proyek kita, pelanggan/customer kita atau ahli lain yang berasal dari organisasi kita sendiri ataupun organsasi lainnya. Yang dimaksud dengan Orang Ahli adalah individu dengan pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan topik atau ilmu tertentu.

3. Definisikan Masalah

Definisikan secara jelas masalah apa yang akan dibahas agar para ahli mengetahui masalah apa yang harus mereka berikan pandangan dan pendapat. Jadi kita harus pastikan permasalahan yang akan kita bahas telah kita definisikan dengan tepat dan komprehensif.

4. Pertanyaan Putaran Pertama

Mengajukan pertanyaan umum untuk memberikan pemahaman umum kepada para ahli dan mendapatkan pandangan pertama mengenai kondisi di masa depan dari ahli-ahli tersebut.  Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin dapat dibuat dalam bentuk kuesioner atau survei. Susun dan buat ringkasan tanggapan serta hapus semua materi yang tidak relevan dengan topik permasalahan yang dibahas.

5. Pertanyaan Putaran kedua

Berdasarkan jawaban dari pertanyaan putaran pertama, pertanyaan-pertanyaan pada putaran kedua harus ditujukan untuk memperjelas masalah tertentu. Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin juga dapat dibuat dalam bentuk survei ataupun kuesioner. Susun dan rangkum lagi hasilnya dan hilangkan materi atau hasil yang tidak relevan serta berusaha untuk membangun konsensus dalam tahap ini.

6. Pertanyaan Putaran ketiga

Kuesioner yang terakhir adalah kuesioner yang bertujuan untuk fokus pada pendukungan pengambilan keputusan.

Catatan : Jika tidak mendapatkan kesepakatan atau konsensus pada pertanyaan putaran ketiga, kemungkinan diperlukan putaran-putaran selanjutnya hingga mencapai kesepakatan atau konsensus yang dibutuhkan.

7. Bertindak atas Hasilnya

Setelah mendapatkan konsensus atau kesepakatan mengenai pandangan dan peramalan pada masa depan. Kita perlu menganalisis temuan atau hasil tersebut dan siapkan rencana tindakan untuk menangani risiko dan peluang masa depan untuk proyek kita.

Kesimpulan tentang Metode Delphi

Gunakan Teknik atau Metode Delphi ini untuk membuat struktur perincian kerja, mengidentifikasikan risiko dan peluang. Peramalan pada dasarnya bukanlah ilmu pasti, namun teknik atau metode peramalan ini dapat membantu kita memahami kemungkinan kejadian di masa depan dan dampaknya terhadap proyek atau perusahaan kita.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*