_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/07/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-material-handling-penanganan-bahan-20-prinsip-material-handling/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-material-handling-penanganan-bahan-20-prinsip-material-handling/pengertian-material-handling/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/inpage-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Peramalan (Forecasting) dan Langkah-langkah Peramalan

Pengertian Peramalan dan langkah-langkah peramalan

Pengertian Peramalan (Forecasting) dan Langkah-langkah Peramalan – Peramalan atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Forecasting adalah seni dan ilmu memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Peramalan merupakan salah satu fungsi yang sangat penting karena hampir semua keputusan bisnis diambil berdasarkan peramalan apa yang akan terjadi di masa depan. Perencanaan-perencanaan bisnis seperti model produk dan jumlah unit yang akan diproduksi, pasar mana yang paling berpotensi, berapa banyak karyawan yang harus direkrut, berapa banyak modal yang harus disediakan dan berapa banyak bahan baku yang harus dibeli pada umumnya dibuat berdasarkan Forecast atau Peramalan yang ditentukan oleh Manajemen.

Peramalan yang buruk akan menghasilkan keputusan bisnis yang salah dan membuat perusahaan tidak siap untuk memenuhi tuntutan masa depan sehingga akan sangat membahayakan perusahaan itu sendiri. Konsekuensinya dapat berupa hilangnya pelanggan atau menderita kerugian yang besar atau bahkan memaksa perusahaan yang bersangkutan keluar dari bisnisnya. Dan tentunya, sebuah Peramalan atau Forecasting yang baik dan akurat dapat membantu perusahaan dalam mempersiapkan semua sumber dayanya  untuk menghadapi semua tuntutan di masa depan sehingga dapat menguntungkan perusahaan tersebut dan memenangi persaingan bisnisnya.

Pengertian Peramalan (Forecasting) menurut para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi atau pengertian Peramalan atau Pengertian Forecasting menurut para ahli :

  • Pengertian Peramalan (Forecasting) menurut Lalu Sumayang, (2003:24), Peramalan adalah perhitungan yang objektif dan dengan menggunakan data-data masa lalu, untuk menentukan sesuatu dimasa yang akan datang.
  • Pengertian Peramalan (Forecasting) menurut Sudjana (1989:254), Peramalan adalah proses perkiraan (pengukuan) besarnya atau jumlah sesuatu pada waktu yang akan datang berdasarkan data pada masa lampau yang dianalisis secara ilmiah khususnya menggunakan metode statistika.
  • Pengertian Peramalan (Forecasting) menurut Nasution dan Prasetyawan (2008:29), Peramalan adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa.
  • Pengertian Forecasting atau Peramalan menurut Jay Heizer & Barry Render (2011:136), Peramalan adalah seni dan ilmu untuk memprediksi kejadian di masa depan dengan melibatkan pengambilan data historis dan memproyeksikannya ke masa mendatang dengan model pendekatan sistematis.
  • Pengertian Forecasting atau Peramalan menurut William J. Stevenson (2009:72), Peramalan adalah input dasar dalam proses pengambilan keputusan manajemen operasi dalam memberikan informasi tentang permintaan di masa mendatang dengan tujuan untuk menentukan berapa kapasitas atau persediaan yang diperlukan untuk membuat keputusan staffing, budget yang harus disiapkan, pemesanan barang dari supplier dan partner dari rantai pasok yang dibutuhkan dalam membuat suatu perencanaan.
  • Pengertian Peramalan (Forecasting) menurut Arman Hakim Nasution (2003:25), Peramalan adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, waktu, dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa.

Dari definisi-definisi para ahli diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Peramalan adalah proses menganalisis dan memahami informasi saat ini dan masa lampau untuk mengetahui pola masa depan melalui pendekatan ilmiah dan sistematis.

Baca juga : Pengertian Moving Average (Rata-rata Bergerak) dan Rumus Moving Average.

Langkah-langkah Peramalan (Forecasting)

Berikut ini adalah langkah-langkah yang diperlukan dalam proses peramalan.

1. Menentukan Tujuan Peramalan

Perlu diingat bahwa, Forecasting diperlukan untuk merencanakan masa depan, oleh karena itu kita harus mempertimbangkan dan memutuskan peramalan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kita.  Mungkin kedengarannya sederhana, namun kesalahan memutuskan tujuan atau apa yang kita inginkan akan menghasilkan hasil yang berbeda sehingga keakuratan peramalan akan diragukan. Dalam tahap ini, kita juga perlu menentukan setiap detail dari peramalan tersebut, contoh jenis produk, unit yang diperlukan (berapa kotak atau unit) dan jangka waktu (misalnya mingguan, bulanan atau tahunan).

2. Mengevaluasi dan Menganalisis data yang sesuai

Langkah ini melibatkan identifikasi data apa yang diperlukan dan data apa saja yang tersedia. Pengidentifikasian data ini akan berdampak pada pemilihan metode peramalan nanti. Misalnya, jika kita ingin meramalkan jumlah penjualan pada suatu produk baru, mungkin kita tidak memiliki data historis penjualan sehingga membatasi kita untuk menggunakan metode peramalan yang bersifat kuantitatif.

3. Memilih dan Menguji Metode Peramalan

Setelah data dievaluasi, langkah selanjutnya adalah memilih dan menentukan model atau metode peramalan yang tepat. Umumnya, Metode Peramalan yang dipilih adalah metode yang telah mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya dan kemudahan penggunaannya. Selain itu, satu faktor yang terpenting adalah faktor keakuratan peramalan. Cara yang paling umum adalah dengan mencari dua atau tiga metode yang terbaik kemudian mengujinya pada data historis untuk melihat metode atau model forecasting mana yang paling akurat.

4. Menghasilkan Peramalan

Setelah menentukan metode atau model forecast/peramalan mana yang akan kita gunakan, selanjutnya adalah menghasilkan ramalan yang kita butuhkan.

5. Memantau Keakurasian Peramalan

Forecasting atau Peramalan merupakan proses yang berkelanjutan. Setelah membuat ramalan, kita harus mencatat apa yang sebenarnya terjadi (aktual) dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk memantau keakurasian peramalan kita. Perlu diketahui bahwa metode peramalan yang terbaik pada masa lalu belum tentu bisa memberikan hasil yang terbaik untuk masa depan. Oleh karena itu, kita harus selalu bersiap-siap untuk merevisi metode peramalan kita seiring dengan perubahan data kita.

Keuntungan dan Kekurangan Peramalan (Forecasting)

Meskipun Forecasting atau Peramalan sangat dibutuhkan pada Manajemen Operasi dan Produksi, namun Peramalan juga memiliki kekurangan. Berikut ini adalah keuntungan dan kekurangan pada Peramalan atau Forecasting.

A. Keuntungan Peramalan (Advantages of Forecasting)

Suatu Organisasi menggunakan berbagai metode atau teknik peramalan untuk menilai hasil yang “mungkin” akan didapatkan oleh organisasi atau perusahaannya. Metode yang digunakan tergantung pada data yang tersedia dan jenis industri yang dioperasikan oleh perusahaan tersebut. Keuntungan utama dari peramalan atau forecasting ini adalah menyediakan informasi berharga yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengambil keputusan tentang masa depan perusahaan yang bersangkutan.

B. Kekurangan Peramalan (Disadvantages of Forecasting)

Dapat dikatakan bahwa hampir tidak mungkin untuk meramalkan masa depan secara akurat 100%, hal ini dikarenakan sifat alamiah dari peramalan itu sendiri. Skenario atau kondisi bisnis dapat berubah dan berbeda tergantung pada interpretasi data yang didapatkannya dan juga perubahan-perubahan dan faktor-faktor tidak terduga lainnya di lingkungan bisnis. Oleh karena itu, suatu organisasi atau perusahaan tidak dapat 100% bergantung pada metode peramalan tertentu. Namun organisasi dapat secara efektif menggunakan peramalan dengan bantuan alat analisis lainnya untuk mendapatkan informasi terbaik yang “mungkin” akan terjadi di masa depan. Membuat keputusan yang pada hasil peramalan yang tingkat keakurasiannya rendah akan mengakibatkan kehancuran pada keuangan perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan dianjurkan untuk memadukan peramalan dengan alat analisis bisnis lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*