_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://ilmumanajemenindustri.com/2017/10/","Post":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-rasio-profitabilitas-jenis-profitability-ratio/","Page":"http://ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-rasio-profitabilitas-jenis-profitability-ratio/pengertian-rasio-profitabilitas/","Nav_menu_item":"http://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian EPS (Earning per Share atau Laba per Saham) dan Rumus EPS

Pengertian EPS (Earning per Share atau Laba per Saham) dan Rumus EPS

Pengertian EPS (Earning per Share atau Laba per Saham) dan Rumus EPS – Laba per Saham atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Earning per Share yang disingkat dengan EPS adalah bagian dari laba perusahaan yang dialokasikan ke setiap saham yang beredar. Laba per saham atau Earning per Share ini merupakan indikator yang paling banyak digunakan untuk menilai profitabilitas suatu perusahaan.

Laba per saham adalah ukuran profitabilitas yang sangat berguna dan apabila dibandingkan dengan Laba per Saham pada perusahaan sejenisnya, Laba per Saham ini akan memberikan suatu gambaran yang sangat jelas tentang  kekuatan profitabilitas antara perusahaan yang bersangkutan dengan perusahaan pembandingnya. Perlu diketahui bahwa perusahaan pembandingnya harus merupakan perusahaan yang bergerak di jenis industri yang sama. Earning per Share atau EPS ini apabila dihitung selama beberapa tahun, maka akan menunjukan apakah profitabilitas perusahaan tersebut semakin membaik atau malah semakin memburuk. Investor biasanya akan menginvestasikan dananya pada perusahaan yang Laba per Sahamnya yang terus meningkat.

Pertumbuhan EPS (Earning per Share) merupakan ukuran penting kinerja perusahaan karena menunjukan berapa banyak uang yang dihasilkan perusahaan untuk pemegang sahamnya. Tidak hanya karena perubahan keuntungan namun juga setelah semua dampak penerbitan saham baru.

Rumus EPS (Earning per Share atau Laba per Saham)

EPS (Earning per Share atau Lembar per Saham) dihitung dengan membagi laba bersih setelah pajak dan dividen yang dibagikan dengan jumlah saham yang beredar. Earning per Share ini dapat dinyatakan dengan rumus EPS dibawah ini :

Laba per Saham (EPS) =  (Laba Bersih setelah Pajak  – Dividen)  / Jumlah Saham yang Beredar

Jika terjadi perubahan struktur modal (contohnya perubahan jumlah saham) selama perioda pelaporan, maka saham yang beredar harus dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang saham (weighted average share) yang beredar selama tahun berjalan.

Contoh Kasus Perhitungan Laba per Saham (Earning per Share atau EPS)

Berikut ini adalah contoh perhitungan Laba per lembar saham dengan menggunakan Rumus EPS yang disebutkan diatas.

Contoh 1

Perusahaan XXZZ mempunyai saham yang beredar sebanyak 1 juta lembar pada tahun 2016, Laba bersih setelah pajak adalah Rp. 1 miliar. Perusahaan A kemudian memutuskan untuk membagikan 10% dividen atau sekitar Rp. 100 juta kepada pemegang sahamnya. Berapakah Earning Per Share (EPS) atau Laba per lembar sahamnya ?

Diketahui :

Jumlah Saham yang beredar = 1.000.000 lembar saham
Laba bersih setelah Pajak = Rp. 1.000.000.000,-
Dividen yang dibagikan = Rp. 100.000.000,-
Laba per Saham = ?

Jawaban :

Laba per Saham (EPS) =  (Laba Bersih setelah Pajak  – Dividen)  / Jumlah Saham yang Beredar
Laba per Saham (EPS) =  (Rp. 1.000.000.000 – Rp. 100.000.000) / 1.000.000
Laba per Saham (EPS) = Rp. 900.000.000 / 1.000.000
Laba per Saham (EPS) = Rp. 900,-

Jadi Laba per Saham atau Earning per Share (EPS) PT. XXZZ adalah sebesar Rp. 900,-

 

Contoh 2

PT. AABB mempunyai saham yang beredar sebanyak 1.500.000 lembar dengan perincian sebagai berikut :

01 Januari 2016, Saham yang beredar sebanyak  1.000.000 lembar
01 Juli 2016, penambahan saham baru sebanyak 500.000 lembar

Laba bersih setelah Pajak PT. AABB adalah sebesar Rp. 1 miliar. Dividen saham yang akan diberikan kepada pemegang sahamnya adalah sebesar 10% atau Rp. 100 juta dari laba bersih setelah pajak. Berapakah Earning per Share atau Laba per lembar Sahamnya ?

Diketahui :

Laba bersih setelah Pajak = Rp. 1.000.000.000,-
Dividen yang dibagikan = Rp. 100.000.000,-
Jumlah Saham yang beredar = 1.250.000 lembar, dihitung dengan cara rata-rata tertimbang seperti dibawah ini :

Jumlah Saham Lama peredaran
(bulan)
Bobot (Weight) Rata-rata
Tertimbang
1.000.000 6 6/12 = 0,5 500.000
1.500.000 6 6/12 = 0,5 750.000
 Jumlah Rata-rata Tertimbang 1.250.000

Jawaban :

Laba per Saham (EPS) =  (Laba Bersih setelah Pajak  – Dividen)  / Jumlah Saham yang Beredar
Laba per Saham (EPS) =  (Rp. 1.000.000.000 – Rp. 100.000.000) / 1.250.000
Laba per Saham (EPS) = Rp. 900.000.000 / 1.250.000
Laba per Saham (EPS) = Rp. 720,-

Jadi Laba per lembar Saham atau Earning per Share (EPS) PT. XXZZ adalah sebesar Rp. 720,-

Penilaian EPS (Earning per Share atau Laba per Saham)

Umumnya, Laba per Saham yang tinggi menandakan profitabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan Laba per Saham yang rendah. Artinya, perusahaan dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi untuk dibagikan ke pemegang sahamnya. Meskipun demikian, investor tidak hanya memperhatikan nilai dari Laba per lembar saham ini saja untuk membuat keputusan membeli atau tidak membeli saham pada perusahaan yang bersangkutan, karena pada dasarnya EPS ini dapat berubah menjadi tinggi apabila jumlah saham yang beredar dikurangi.

Baca juga : Pengertian Manajemen Keuangan dan Ruang Lingkupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*