_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://ilmumanajemenindustri.com/2017/09/","Post":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-rasio-lancar-current-ratio-rumus-rasio-lancar/","Page":"http://ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-analisis-rasio-likuiditas-liquidity-ratio-jenis-jenisnya/pengertian-analisis-rasio-likuiditas-liquidity-ratio/","Nav_menu_item":"http://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Master Production Schedule (Jadwal Induk Produksi) dan Fungsinya

Pengertian Master Production Schedule (Jadwal Induk Produksi) dan Fungsinya – Dalam perusahaan yang bergerak di bidang manufakturing, salah satu penjadwalan yang terpenting adalah Jadwal Induk Produksi atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Master Production Schedule (MPS).  Master Production Schedule merupakan penjadwalan lanjutan setelah perencanaan agregat.  Jadi dapat dikatakan bahwa Agregate Planning atau Perencanaan Agregat adalah dasar dari Master Production Schedule (Jadwal Induk Produksi).

Master Production Schedule atau Jadwal Induk Produksi adalah perencanaan produksi jangka pendek pada suatu perusahaan yang berisi tentang rencana menyeluruh serta perinciannya dalam menghasilkan produk akhir (produk jadi). Dalam Jadwal Induk Produksi juga memuat prioritas model produk yang akan diproduksi, jadwal pembelian bahan-bahan produksi, jadwal pelaksanaan proses produksi dan jadwal kerja karyawan serta jadwal operasional mesin. Jadwal Induk Produksi ini juga bermanfaat dalam merencanakan kapasitas produksi dan kebutuhan material untuk aktivitas produksi.

Interval waktu pada Jadwal Induk Produksi pada dasarnya tergantung pada jenis, volume dan jangka waktu produksi untuk produk yang bersangkutan. Kebanyakan perusahaan-perusahaan menggunakan interval waktu mingguan untuk jadwal induk produksi ini, namun ada juga yang menggunakan interval waktu harian. Sedangkan Horison waktu pada Jadwal Induk Produksi sangat tergantung pada karakteristik produk dan jangka waktu produksi. Namun ada juga Jadwal Induk Produksi yang mencakup beberapa mingguan hingga ke periode tahunan.

MPS ini pada umumnya disusun berdasarkan order (pesanan) pelanggan dan perkiraan order (Forecast) yang dibuat oleh perusahaan sebelum dimulainya sistem MRP.
Baca juga : Pengertian MRP (Material Requirement Planning) dan Tujuan Penerapannya.

Fungsi-fungsi Master Production Schedule (Jadwal Induk Produksi)

Master Production Schedule (MPS) atau Jadwal Induk Produksi memberikan rincian yang formal dari rencana produksi dan mengkonversikannya menjadi rencana untuk kebutuhan bahan baku, tenaga kerja dan peralatan kerja/mesin produksi. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama Master Production Schedule / Jadwal Induk Produksi :

  1. Untuk menerjemahkan Perencanaan Agregat menjadi produk-produk akhir secara spesifik.
  2. Mengevaluasi Jadwal-jadwal alternatif.
  3. Menentukan bahan-bahan produksi yang dibutuhkan.
  4. Menentukan kapasitas produksi.
  5. Memfasilitasi pemrosesan informasi.
  6. Memanfaatkan Kapasitas dengan efektif.

Contoh Master Production Schedule (Jadwal Induk Produksi)

Contoh bentuk Master Production Schedule dibawah ini menunjukkan bahwa Interval waktu MPS atau Jadwal Induk Produksinya adalah mingguan sedangkan Horizon waktunya adalah tiga bulan. Dalam contoh MPS tersebut juga terdapat Model produk yang akan diproduksi dan juga jumlah team produksi yang digunakan serta rencana Output (keluaran) yang diinginkan.

Pengertian Master Production Schedule (Jadwal Induk Produksi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*