_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/07/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-material-handling-penanganan-bahan-20-prinsip-material-handling/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-material-handling-penanganan-bahan-20-prinsip-material-handling/pengertian-material-handling/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/inpage-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian ROI (Return on Investment) dan Rumus ROI

Pengertian ROI (Return on Investment) dan Rumus ROI (Laba atas Investasi)

Pengertian ROI (Return on Investment) dan Rumus ROIReturn on Investment yang sering disingkat dengan ROI adalah rasio profitabilitas yang mengukur efisiensi sebuah investasi dengan membandingkan laba bersih dengan total biaya atau modal yang diinvestasikan. Dengan kata lain, Return on Investment atau ROI ini mengukur keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari investasi terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. Dalam bahasa Indonesia, Return on Investment (ROI) ini sering disebut dengan Laba atas Investasi atau Tingkat Pengembalian Investasi.
Baca juga : Pengertian Rasio Profitabilitas dan Jenis-jenisnya.

Return on Investment atau ROI merupakan salah satu pendekatan yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi konsekuensi keuangan dari suatu keputusan dan tindakan investasi bisnis. ROI ini dapat digunakan untuk keputusan keuangan pribadi, membandingkan profitabilitas perusahaan ataupun untuk membandingkan efisiensi investasi. Jika hasil perhitungan Return on Investment atau ROI ini pada suatu rencana investasi adalah positif dan tidak ada lagi peluang untuk memperoleh hasil ROI yang lebih tinggi lagi maka investasi tersebut dapat dilakukan.

Pada dasarnya, Return on Investment atau ROI ini adalah rasio keuangan yang penting untuk :

  1. Membuat keputusan pembelian aset (gedung, komputer, kendaraan dan mesin produksi)
  2. Membuat keputusan pendanaan untuk proyek dan berbagai jenis program (contohnya program pengrekrutan, program pelatihan dan program pemasaran)
  3. Membuat keputusan investasi saham atau investasi pada modal ventura (venture capital)

Cara Menghitung Return on Investment (ROI) atau Laba atas Investasi

Berikut ini adalah cara untuk menghitung Return on Investment (ROI) beserta rumus dan contoh kasusnya.

Rumus ROI (Return on Investment)

Return on Investment (ROI) atau Laba atas Investasi dihitung dengan cara mengurangi biaya investasi dari Total Pendapatan dan membaginya dengan total biaya investasi. Hasil dari perhitungan ROI ini dapat berupa persentase ataupun Rasio. Berikut ini adalah persamaan atau rumus Return on Investment (ROI) atau Laba atas Investasi :

ROI = (Pendapatan dari Investasi – Biaya Investasi) / Biaya Investasi

Perlu diketahui bahwa defini dan rumus tingkat pengembalian investasi atau laba atas Investasi atau ROI ini dapat dimodifikasi agar sesuai dengan keadaan dan pada dasarnya adalah tergantung pada apa yang dimasukan sebagai pengembalian (return) dan biaya (cost). Sebagai contoh, seorang manajer produksi mungkin akan menggunakan rumus ROI ini untuk menghitung tingkat pengembalian suatu mesin produksi yang akan dibelinya sedangkan seorang investor mungkin akan menggunakan rumus ROI ini untuk menghitung Laba atas Investasi Sahamnya. Jadi dengan kata lain, rumus ROI dapat sangat fleksibel tergantung pada apa yang ingin diukur atau apa yang ingin ditunjukan ke penggunanya.

Contoh Perhitungan Return on Investment (ROI) atau Laba atas Investasi

Berikut ini adalah dua contoh perhitungan Return on Investment atau ROI.

Contoh 1

Seorang Investor membeli saham sebanyak 50.000 lembar saham dengan harga Rp. 1.000,- per lembar saham. Setahun kemudian Investor tersebut menjual sahamnya senilai Rp. 2.500,- per lembar saham. Berapakah ROI pada saham tersebut?

Diketahui :

Pendapatan dari Investasi = Rp. 125.000.000,- (dari perhitungan 50.000 x Rp, 2.500,-)
Biaya Investasi = Rp. 50.000.000,- (dari perhitungan 50.000 x Rp. 1.000,-)
ROI = ?

Penyelesaian :

ROI = (125.000.000  – 50.000.000) / 50.000.000
ROI = 75.000.000 / 50.000.000
ROI = 1,5 atau 150%

Return on Investment atau ROI pada saham yang dibeli Investor tersebut adalah sebesar 1.5 kali atau 150%.

Contoh 2

Seorang Manajer Produksi ingin membeli mesin packing seharga Rp. 160 juta. Dengan mesin packing tersebut, produksi dapat menghemat penggunaan tenaga kerja sebanyak 9 orang. Gaji setiap tenaga kerja adalah sebesar Rp. 3 juta. Berapakah ROI untuk mesin packing tersebut selama setahun ?

Diketahui :

Pendapatan dari Investasi = Rp. 324.000.000,- (dari perhitungan 3 juta x 9 orang x 12 bulan)
Biaya Investasi = Rp. 160.000.000,-
ROI = ?

ROI = (324.000.000 – 160.000.000) / 160.000.000
ROI = (164.000.000) / 160.000.000
ROI = 1,025 atau 102,5%

Jadi ROI atau tingkat pengembalian investasi Mesin Packing tersebut adalah sebesar 1,025 kali atau 102,5%.

Analisis dan Penilaian Return on Investment (Laba atas Investasi) atau ROI

Umumnya, setiap Investasi yang bernilai ROI positif dapat dianggap sebagai investasi yang memberikan pengembalian yang baik. ROI positif menandakan bahwa total biaya investasi dapat dikembalikan dan juga dapat memperoleh laba dari sisa biaya investasi tersebut. Sedangkan ROI negatif menunjukan Pendapatan yang didapatnya tidak dapat menutupi total biaya investasi yang dikeluarkannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tingkat pengembalian atau ROI yang lebih tinggi akan lebih baik dari tingkat pengembalian atau ROI yang bernilai rendah.

Perhitungan ROI ini sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk investasi apapun. Manajemen perusahaan dapat menggunakan ROI ini untuk mengukur laba atas modal yang diinvestasikan, Investor dapat menggunakannya untuk mengukur kinerja saham yang mereka investasikan sedangkan Individu dapat menggunakan Return on Investment ini untuk mengukur laba atas aset mereka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*