_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://ilmumanajemenindustri.com/2017/11/","Post":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-ros-return-sales-rumus-ros/","Page":"http://ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-ros-return-sales-rumus-ros/pengertian-ros-return-on-sales-dan-rumus-ros/","Nav_menu_item":"http://ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Rasio Profitabilitas dan Jenis-jenisnya

Pengertian Rasio Profitabilitas dan jenis-jenis Profitability Ratio

Pengertian Rasio Profitabilitas dan Jenis-jenisnya – Rasio Profitabilitas atau Profitability Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba (profit) dari pendapatan (earning) yang berhubungan dengan penjualan, aset dan ekuitas. Beberapa rasio profitabilitas sering yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahan laba tersebut diantaranya seperti Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin), Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Return on Sales (ROS), Return on Capital Employed (ROCE).  Rasio-rasio Profitabilitas ini pada dasarnya digunakan untuk menunjukan seberapa baiknya perusahaan dapat memperoleh laba atau keuntungan dari operasi mereka.

Investor ataupun kreditur dapat menggunakan rasio-rasio profitabilitas ini untuk menilai laba atas investasi berdasarkan tingkat penggunaan aset dan sumber daya lainnya. Dengan kata lain, Rasio Profitabilitas ini digunakan untuk menilai apakah perusahaan menghasilkan laba yang cukup dari aset dan ekuitas perusahan tersebut. Rasio Profitabilitas ini menunjukan seberapa efisiennya perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.

Dalam perhitungan rasio-rasio profitabilitas ini, semakin tinggi nilai rasionya semakin baik. Nilai yang tinggi berarti perusahaan berjalan dengan baik dan efisien dalam menghasilkan laba, pendapatan dan arus kas. Rasio-rasio Profitabilitas ini akan memberikan informasi yang lebih berarti apabila dibandingkan dengan pesaing atau dibandingkan dengan rasio pada periode sebelumnya. Oleh karena itu, analisis tren ataupun analisis industri diperlukan untuk menarik kesimpulan yang berarti mengenai profitabilitas suatu perusahaan.

Jenis-jenis Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)

Berikut ini adalah beberapa rasio profitabilitas yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dari operasional bisnis mereka.

Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Gross Profit Margin atau Marjin Laba Kotor adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk menghitung persentase kelebihan laba kotor terhadap pendapatan penjualan.  Laba Kotor ini mengungkapkan seberapa besar laba yang diperoleh perusahaan dengan mempertimbangkan biaya yang ditimbulkan untuk memproduksi produk atau jasanya. Marjin Laba Kotor ini sering disebut juga dengan Gross Margin Ratio (Rasio Marjin Kotor)

Marjin Laba Kotor = Laba Kotor / Pendapatan Penjualan

Baca selengkapnya : Pengertian Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin) …

Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Net Profit Margin atau Marjin Laba Bersih adalah rasio profitabilitas yang menghitung persentase kelebihan laba bersih setelah pajak terhadap pendapatan penjualan.  Marjin Laba Bersih ini disebut juga dengan Profit Margin Ratio (Rasio Marjin Laba0

Marjin Laba Bersih = Laba bersih setelah pajak / Pendapatan Penjualan

Return on Assets Ratio (Rasio Pengembalian Aset)

Return on Assets atau Tingkat Pengembalian Aset adalah rasio profitabilitas yang menunjukan persentase keuntungan yang diperoleh perusahaan sehubungan dengan keseluruhan sumber daya atau total aset. Return on Assets atau sering disingkat dengan ROA adalah rasio yang mengukur seberapa efisien suatu perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba selama suatu periode. ROA dinyatakan dalam persentase (%)

Return on Assets (ROA) =  Laba Bersih setelah Pajak / Total Aset (atau rata-rata total aset)

Baca selengkapnya : Pengertian ROA (Return on Assets) …

Return on Equity Ratio (Rasio Pengembalian Ekuitas)

Return on Equity Ratio atau Rasio Pengembalian Ekuitas yang biasanya disingkat dengan ROE adalah rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi pemegang saham di perusahaan tersebut. ROE dinyatakan dalam persentase (%)

Return on Equity (ROE) = Laba Bersih setelah Pajak / Ekuitas Pemegang saham

Baca selengkapnya : Pengertian ROE (Return on Equity) …

Return on Sales Ratio (Rasio Pengembalian Penjualan)

Return on Sales atau Rasio Pengembalian Penjualan adalah rasio profitabilitas yang menunjukan berapa banyak keuntungan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan setelah membayar biaya-biaya variabel produksi seperi upah tenaga kerja, bahan baku dan lain-lain (tapi sebelum pajak dan bunga). Dengan kata lain, Return on Sales ini adalah rasio yang menunjukan tingkat keuntungan yang dapat diperoleh dari setiap rupiah penjualannya. Rasio Pengembalian Penjualan ini juga disebut dengan Marjin Operasional (Operating Margin) atau Marjin Pendapatan Operasional (Operating Income Marjin). ROS ini juga dinyatakan dalam persentase (%).

Return on Sales (ROS) =  Laba Sebelum Pajak dan Bunga / Penjualan

Baca selengkapnya : Pengertian ROS (Return on Sales) …

Return on Capital Employed (Pengembalian Modal yang digunakan)

Return on Capital Employed atau disingkat dengan ROCE adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur keuntungan yang diperoleh perusahaan dari modal yang digunakan. ROCE ini biasanya digunakan dalam bentuk persentase (%).  Modal yang digunakan sama dengan Ekuitas suatu perusahaan yang ditambah dengan kewajiban tidak lancar atau Total Aset yang dikurangi dengan Kewajiban Lancar. ROCE  menunjukan efisiensi dan profitabilitas investasi modal perusahaan.

ROCE = Laba Sebelum Pajak dan Bunga / Modal Kerja

Atau

ROCE = Laba Sebelum Pajak dan Bunga / (Total Aset – Kewajiban Lancar)

Catatan : Laba sebelum Pajak dan Bunga adalah Laba yang tidak memasukan beban Bunga dan Pajak penghasilan, dalam bahasa Inggrsi sering disebut dengan istilah ”EBIT” yaitu Earning Before Interest and Tax.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*