_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/09/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-perubahan-change-management/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-perubahan-change-management/manajemen-perubahan/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Menemukan Akar Penyebab dengan Analisis 5 Why (5 Mengapa)

Analisis 5 Why

Menemukan Akar Penyebab dengan Analisis 5 Why (5 Mengapa) – Menanyakan “mengapa begini” atau “mengapa begitu” mungkin merupakan pertanyaan favorit anak-anak kecil yang ingin mengetahui lebih banyak tentang isi benda di dunia ini. Tetapi Teknik pertanyaan Why atau Mengapa yang berulang-ulang ini dapat dijadikan suatu Teknik yang ampuh dalam menyelesaikan masalah dengan menemukan akar penyebabnya permasalahan yang bersangkutan. Teknik Pertanyaan “Mengapa” ini tidak memerlukan teknik-teknik analisis yang rumit seperti hipotesis, regresi ataupun korelasi. Tetapi teknik ini memerlukan pendekatan prinsip aliran “logika” yang tajam dalam menggali sampai ke akar permasalahan.

Dengan berulang-ulang menanyakan “Why” atau “Mengapa”, kita dapat mengupas satu per satu lapisan permasalahan hingga menemukan inti atau akar permasalahan yang kita hadapi ini. Pada umumnya, suatu alasan yang dijadikan Jawaban pada pertanyaan “Mengapa” ini akan menimbulkan pertanyaan “Mengapa” selanjutnya sehingga akan banyak sekali timbul pertanyaan-pertanyaan “Mengapa” yang bahkan akan melebihi 5 pertanyaan “Mengapa”.

Teknik 5 Why ini pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan oleh Sakichi Toyoda dan digunakan oleh Toyota Motor Corporation Jepang untuk mengembangkan Metodologi Manufakturing  perusahaannya. Seperti yang dikatakan oleh Taiichi Ohno (arsitek Sistem Produksi Toyota), dengan mengulangi pertanyaan-pertanyaan “Why” atau “mengapa” sebanyak lima kali, sifat alami dari suatu masalah dan juga solusinya akan menjadi semakin jelas.
Baca juga : Sistem Produksi Toyota (Toyota Production System).

Kelebihan Teknik 5 Why (5 Mengapa)

  • Membantu dalam meng-identifikasikan akar penyebab dari suatu permasalahan
  • Menentukan hubungan antara akar-akar penyebab dalam suatu permasalahan
  • Salah satu alat penyelesaian masalah yang paling mudah digunakan

Contoh Teknik Analisis 5 Why (5 Mengapa)

Permasalahan : Ditemukannya salah pengiriman model ke pelanggan

  1. Why 1 : Mengapa terjadi salah pengiriman model ke pelanggan ?
    Karena terjadi kesalahan dalam pengambilan oleh staff logistik
  2. Why 2 : Mengapa terjadi kesalahan dalam pengambilan oleh staff Logistik ?
    Karena staff Logistik tidak scan barcode pada Box yang akan dikirimkan.
  3. Why 3 : Mengapa Staff Logistik tidak scan barcode sistem pada Box yang akan dikirimkan ?
    Karena Komputer yang digunakan untuk Scanner Barcode rusak pada saat tersebut
  4. Why 4 : Mengapa Komputer yang digunakan untuk scanner Barcode tersebut rusak ?
    Karena komputer yang dipergunakan untuk scanner mati mendadak
  5. Why 5 : Mengapa komputer yang dipergunakan untuk scanner tersebut mati mendadak ?
    Karena  pasokan aliran listrik tiba-tiba mati

Dari Pertanyaan-pertanyaan 5 Why tersebut, didapatkan bahwa Matinya pasokan listrik merupakan akar penyebab timbulnya permasalahan salah pengiriman. Oleh karena itu, diperlukan tindakan pencegahan supaya hal yang sama tidak terjadi lagi.

Contoh tindakan yang dapat diambil misalnya dengan menambahkan Backup Power Supply atau UPS pada komputer yang bersangkutan supaya ketika terjadi matinya aliran listrik komputer scanner tersebut masih dapat digunakan atau setidaknya masih memiliki waktu untuk melakukan shutdown pada komputer scanner yang bersangkutan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*