_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/11/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-produksi-production-cost-cara-menghitung-biaya-produksi/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-produksi-production-cost-cara-menghitung-biaya-produksi/biaya-produksi/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Pengertian Accounting Rate of Return (ARR) dan Cara Menghitungnya

Pengertian Accounting Rate of Return (ARR) atau Tingkat Pengembalian Akuntansi

Pengertian Accounting Rate of Return (ARR) dan Cara Menghitung ARR – Accounting Rate of Return atau sering disingkat dengan ARR adalah suatu metode analisis yang mengukur besarnya tingkat keuntungan dari suatu investasi. Metode Analisis yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Tingkat Pengembalian Akuntansi ini pada dasarnya adalah mengukur pendapatan atau laba tahunan yang diharapkan dari hasil suatu investasi. Dengan kata lain, ARR ini menghitung berapa banyak uang yang akan dikembalikan ke investor dari suatu investasi.

Dengan perhitungan Accounting Rate of Return atau ARR ini, investor dapat menganalisis risiko yang terlibat dalam membuat keputusan investasi dan memutuskan apakah penghasilannya cukup tinggi untuk menerima tingkat risiko yang akan terjadi.
Baca juga : Pengertian Return on Investment (ROI) dan Cara Menghitungnya.

Rumus ARR (Accounting Rate of Return)

Rumus ARR (Accounting Rate of Return) atau Tingkat Pengembalian Akuntansi ini dihitung dengan membagi pendapatan dari Investasi dengan biaya Investasi. Pada umumnya, kedua angka ini adalah angka tahunan atau rata-rata angka tahunan. Namun kita dapat juga menggunakan angka mingguan atau bulanan tergantung pada kebutuhan kita. Hasil dari perhitungan ARR ini biasanya ditampilkan dalam bentuk persentase (%).

ARR = Pendapatan Bersih dari Investasi / Biaya Investasi

atau

ARR = Rata-rata Pendapatan Bersih dari Investasi / Rata-rata Biaya Investasi

Contoh Perhitungan ARR (Accounting Rate of Return)

Perusahaan PT. AHINGGAZ mendapatkan sebuah proyek yang memerlukan Initial investment atau biaya investasi sebesar Rp. 500 juta. Proyek ini dapat menghasilkan Cash Inflow (arus kas masuk) sebesar Rp. 100 juta per tahun dengan usia ekonomis 10 tahun tanpa nilai residu. Berapakah Accounting Rate of Return (ARR) proyek tersebut?

Diketahui :

Biaya Investasi : Rp. Rp. 500 Juta
Usia Ekonomis : 10 tahun
Cash Inflow per tahun : Rp. 100 Juta
Depresiasi per tahun : Rp. Rp. 50 Juta (Rp. 500 Juta / 10 Tahun)

Penyelesaian :

ARR = Pendapatan Investasi / Biaya Investasi
ARR = (Rp. 100 Juta – Rp. 50 Juta) / Rp. 500 Juta
ARR = Rp. 50 Juta / Rp. 500 Juta
ARR = 0,1 atau 10%

Jadi Tingkat Pengembalian Akuntansi atau Accounting Rate of Return (ARR) pada proyek tersebut adalah 10%.

Analisis dan Penilaian ARR (Accounting Rate of Return)

Pengusaha atau Investor dapat menilai apakah akan melanjutkan investasi atau membatalkannya dengan keuntungan sebesar 10% tersebut. Pada umumnya, Pengusaha atau investor dapat membandingkan faktor bunga yang berlaku untuk mengambil keputusan. Bila dianggap menguntungkan, maka investasi pada proyek yang bersangkutan akan dilanjutkan. Namun apabila merugikan, maka rencana investasi tersebut akan dibatalkan.

Selain itu, Pengusaha atau investor juga dapat membandingkan dua atau lebih proyek dan menilai proyek mana yang paling menguntungkan sehingga dapat memberikan masukan untuk pemilihan proyek. Dapat dikatakan bahwa semakin tinggi nilai ARR-nya semakin tinggi pula pengembaliannya (semakin menguntungkan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*