_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/07/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-material-handling-penanganan-bahan-20-prinsip-material-handling/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-material-handling-penanganan-bahan-20-prinsip-material-handling/pengertian-material-handling/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/inpage-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Price to Cash Flow Ratio (Harga Terhadap Arus Kas) dan Rumusnya

Pengertian Price to Cash Flow Ratio (Harga Terhadap Arus Kas) dan Rumusnya – Price to Cash Flow Ratio (PCFR atau P/CF Ratio) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Harga Terhadap Arus Kas adalah rasio valuasi investasi yang digunakan oleh investor untuk mengevaluasi daya tarik investasi terhadap saham suatu perusahaan dengan membandingkan harga saham suatu perusahaan dengan arus kas perusahaan tersebut. Dengan kata lain, Price to Cash Flow Rasio ini menunjukan jumlah uang yang bersedia dibayar oleh Investor untuk arus kas yang dihasilkan oleh perusahaan.
Baca juga : Pengertian Price to Earning Ratio (PER) atau Harga Terhadap Pendapatan beserta Rumusnya.

Rasio Harga Terhadap Arus Kas ini biasanya digunakan oleh para Investor untuk mendeskripsikan penilaian suatu perusahaan yang berhubungan dengan salah satu pertimbangan paling penting dalam laporan keuangan perusahaan yaitu UANG TUNAI. Dapat dikatakan bahwa Rasio Price to Cash Flow atau Rasio PCFR ini hanya mempertimbangkan arus kas dalam penilaiannya dan menghilangkan faktor-faktor non-tunai dan depresiasi (penyusutan).

Cara Menghitung Price to Cash Flow Ratio (Harga Terhadap Arus Kas)

Berikut ini adalah cara untuk menghitung Price to Cash Flow Ratio (PCFR) beserta rumus dan contoh kasusnya.

Rumus Price to Cash Flow Ratio

Price to Cash Flow Ratio atau Rasio Harga terhadap Arus kas dapat dihitung dengan membagi HARGA SAHAM (Price per Share) dengan ARUS KAS per SAHAM (Cash Flow per Share). Persamaan atau Rumus Price to Cash Flow Ratio dapat ditulis seperti berikut ini :

Price to Cash Flow Ratio = Harga Saham / Arus Kas per Saham

Price to Cash Flow Ratio ini juga bisa dihitung dengan menggunakan Kapitalisasi Pasar. Persamaan atau Rumusnya dapat ditulis seperti dibawah ini :

Price to Cash Flow Ratio = Kapitalisasi Pasar / Arus Kas

Keterangan : Arus Kas per Saham dapat dihitung dengan menambahkan amortisasi dan penyusutan (depresiasi) ke laba bersih kemudian dibagi dnegan jumlah saham yang beredar. Arus Kas ini dapat kita temukan di Laporan Keuangan Arus Kas Tahunan.

Arus Kas per Saham = (Pendapatan bersih + Depresiasi + Amortisasi) / Jumlah saham yang beredar

Contoh Perhitungan Price to Cash Flow Ratio (Rasio Harga terhadap Arus Kas)

Per tanggal 05 April 2018, Harga per lembar saham PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk adalah Rp. 3.680,-. Sedangkan Arus Kas per lembar Saham atau Cash Flow per Share perusahaan yang beremiten TLKM ini adalah Rp.490,-. Berapakah Rasio Harga terhadap Arus Kas atau Price to Cash Flow Ratio PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk ?

Diketahui :

Harga Saham = Rp. 3.680,-
Arus Kas per Lembar Saham = Rp. 490,-
Price to Cash Flow Ratio = ?

Penyelesaian :

Price to Cash Flow Ratio = Harga Saham / Arus Kas per Saham
Price to Cash Flow Ratio = Rp. 3.680,- / Rp. 490,-
Price to Cash Flow Ratio = 7.51 kali

Jadi Price to Cash Flow ratio atau Rasio Harga terhadap Arus Kas adalah sebesar 7,51 kali.

Pengertian Price to Cash Flow Ratio (PFCR) atau Harga Terhadap Arus Kas

Analisis dan Penilaian Price to Cash Ratio (Rasio Harga terhadap Arus Kas)

Price to Cash Ratio (P/CF Ratio) merupakan Rasio yang digunakan untuk membanding nilai pasar perusahaan dengan aliran kas atau arus kasnya. Rasio P/CF yang tinggi mengindikasikan nilai pasar perusahaan atau saham suatu perusahaan diperdagangkan  dengan harga yang relatif tinggi dan kemungkinan tidak menghasilkan arus kas yang cukup. Pada umumnya, Investor akan lebih menyukai Rasio P/CF yang rendah karena Rasio P/CF yang rendah menunjukan perusahaan yang bersangkutan memiliki arus kas yang besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*