_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2019/03/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/perbedaan-perusahaan-manufaktur-dengan-perusahaan-jasa/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/perbedaan-perusahaan-manufaktur-dengan-perusahaan-jasa/perbedaan-perusahaan-manufaktur-dengan-perusahaan-jasa/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Pengertian EBIT (Earnings Before Interest and Taxes) dan Cara Menghitungnya

Pengertian EBIT (Earning before Interest and Taxes) atau pendapatan sebelum bunga dan pajak

Pengertian EBIT (Earnings Before Interest and Taxes) dan Cara Menghitung EBIT – EBIT adalah singkatan dari Earnings Before Interest and Taxes yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak”. Pada dasarnya, EBIT atau Pendapatan sebelum Bunga dan Pajak ini adalah pengukuran profitabilitas yang menghitung laba operasi perusahaan dengan mengurangi biaya penjualan barang dan biaya operasi dari total pendapatan (total revenue).

EBIT atau Pedapatan Sebelum Bunga dan Pajak ini juga sering disebut dengan Pendapatan Operasional. Perhitungan ini menunjukan berapa banyaknya laba yang dihasilkan perusahaan dari operasinya sendiri tanpa memperhatikan bunga dan pajak. Oleh karena itu, perhitungan EBIT ini juga sering disebut dengan perhitungan laba operasi (operating profit).
Baca juga : Pengertian Analisis Rasio Profitabilitas dan Jenis-jenisnya.

Investor maupun Kreditor menggunakan perhitungan EBIT ini untuk melihat kondisi kegiatan operasi bisnis inti perusahaan tanpa harus mengkhawatirkan konsekuensi pembayaran atau biaya bunga. Dengan perhitungan EBIT ini, Investor dan Kreditor dapat menilai apakah kegiatan bisnis perusahaan yang bersangkutan dapat berjalan secara efektif. Perhitungan ini juga dapat membantu Kreditor maupun Investor memahami kesehatan perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya.

Cara Menghitung EBIT (Earnings Before Interest and Taxes)

Berikut ini adalah Rumus Menghitung EBIT dan Contoh kasusnya.

Rumus Menghitung EBIT

Terdapat dua jenis rumus untuk menghitung EBIT (Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak) yaitu rumus menghitung EBIT dengan metode langsung dan rumus menghitung EBIT dengan metode tidak langsung.

Rumus Menghitung EBIT dengan Metode Langsung

Metode pertama adalah metode langsung yang dihitung dengan mengurangi harga pokok penjualan dan biaya operasional dari total pendapatan.

EBIT = Total Penjualan – Harga Pokok Penjualan – Biaya Operasional

 

Rumus Menghitung EBIT dengan Metode Tidak Langsung

Metode kedua adalah metode tidak langsung yang menambahkan pajak dan bunga ke laba bersih.

EBIT = Laba Bersih + Pajak + Bunga

Seperti yang kita lihat, kedua perhitungan diatas adalah perhitungan yang sangat sederhana. Rumus yang pertama menunjukan kepada kita secara langsung apa yang harus dikeluarkan dari total pendapatan sedangkan rumus kedua menunjukan kepada kita apa yang harus ditambahkan kembali ke dalam laba bersih. Kedua rumus ini memberikan kita pemahaman dari dua sudut pandang yang berbeda. Yang pertama dari sudut pandang operasi awal sedangkan yang kedua dari sudut pandang profitabilitas akhir tahun. Namun kedua-duanya mendapatkan hasil yang sama.

Contoh Kasus Perhitungan EBIT (Earnings Before Interest and Taxes)

Sebuah perusahaan pemasok suku cadang sepeda motor melaporkan laporan pendapatan tahun 2018  seperti dibawah ini :

Penjualan : Rp. 2.000.000.000,-
HPP : Rp. 1.300.000.000,-
Laba Kotor : Rp. 700.000.000,-
Biaya Operasional : Rp. 400.000.000,-
Biaya Bunga : Rp. 100.000.000,-
Pajak Penghasilan : Rp. 20.000.000,-
Laba Bersih : Rp. 180.000.000,-

Penyelesaian :

EBIT = Laba Bersih + Pajak + Bunga
EBIT = 180.000.000 + 20.000.000 + 100.000.000
EBIT = 300.000.000

Jadi Pendapatan Sebelum Pajak dan Bunga atau EBIT perusahaan tersebut adalah sebesar Rp. 300.000.000,-. Artinya, Perusahaan memiliki laba sebanyak Rp. 300.000.000,- yang tersisa setelah semua Harga Pokok Penjualan (HPP) dan biaya operasional yang telah dibayarkan pada tahun 2018. Uang yang tersisa yaitu Rp. 300.000.000,- dapat digunakan untuk membayar bunga bank, pajak, dividen investor atau membayar utang.

 

Analisis Perhitungan EBIT (Earnings Before Interest and Taxes)

Meskipun terlihat sederhana pada perhitungannya, perhitungan EBIT ini dapat memberikan informasi penting tentang posisi keuangan perusahaan tanpa memperhitungkan struktur pembiayaan perusahaan. Dengan melihat laba operasi (bukan laba bersih), kita dapat mengevaluasi seberapa menguntungkan kegiatan operasi perusahaan tanpa memperhitungkan biaya hutang atau beban bunga.

Investor pada umumnya menggunakan metrik EBIT ini untuk membandingkan dua atau lebih perusahaan yang berbeda agar dapat mengetahui seberapa efisien kegiatan operasi perusahaan tanpa memperhatikan kewajiban perusahaan tersebut seperti beban bunga dan pajak. Seperti contoh pada perusahaan A dan perusahaan B, perusahaan tersebut masing-masing melaporkan laba bersih Rp. 200 juta dan Rp. 180 juta.

Tanpa melihat metrik EBIT, kita akan menganggap perusahaan A lebih efisien kegiatan operasionalnya dan juga lebih menguntungkan. Namun apabila kita memasukan unsur bunga pinjaman yang masing-masing memiliki beban bunga sebesar Rp. 20 juta dan Rp. 70 juta, maka akan terlihat bahwa perusahaan B memiliki leverage yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan perusahaan A. Apabila ditinjau dari segi profitabilitas operasi bisnis, maka kita dapat pastikan bahwa Perusahaan B lebih baik dari Perusahaan A.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*