_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/11/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-produksi-production-cost-cara-menghitung-biaya-produksi/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-produksi-production-cost-cara-menghitung-biaya-produksi/biaya-produksi/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

5 Strategi Manajemen Konflik

5 gaya atau strategi manajemen konflik

5 Strategi Manajemen Konflik – Perbedaan pendapat, kepentingan, proses berpikir dan berselisih paham akan mengarah pada konflik. Ketika ide dan konsep seseorang ditantang ataupun ada pihak tertentu yang merasakan dirugikan maka muncullah konflik. Konflik dapat dimulai kapan saja dan dimana saja ketika individu yang bersangkutan tidak siap untuk menerima pendekatan jalan tengah. Konflik akan mengakibatkan ketegangan dan akhirnya akan merusak hubungan antara satu sama yang lainnya. Oleh karena itu, kita perlu menangani setiap konflik dengan bijak agar dapat menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi ini dengan baik.

Menurut Thomas, K.W., dan R.H. Kilmann, terdapat 5 Strategi Manajemen Konflik yaitu Akomodatif (Accomodating), Menghindari (Avoiding), Berkolaborasi (Collaborating), Bersaing (Competing) dan Berkompromi (Compromising).
Baca juga : Pengertian Konflik dan Jenis-jenis konflik berdasarkan tingkatannya.

5 Strategi Manajemen Konflik (Five Management Conflict Strategies)

Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai 5 Gaya atau Strategi dari teori Manajemen Konflik menurut Thomas, K.W., dan R.H. Kilmann untuk mengelola situasi yang penuh dengan tekanan. Perlu diketahui bahwa “Tidak ada satu ukuran strategi mana yang cocok untuk semua konflik yang terjadi”. Strategi yang digunakan adalah strategi mana yang terbaik dalam situasi tertentu dan tergantung pada berbagai faktor dan juga tergantung pada tingkat keseriusan konflik yang terjadi.

1. Strategi Akomodatif (Accomodating)

Strategi Akomodatif adalah strategi atau gaya mengatasi konflik dengan mengalah atau mengorbankan kepentingan diri sendiri dan rela untuk mengorbankan segalanya demi untuk mempertahankan hubungan dengan pihak lain yang sedang konflik. Strategi ini akan lebih efektif apabila pihak lain yang sedang konflik tersebut adalah lebih profesional atau memiliki solusi yang lebih baik dalam mengatasi suatu masalah yang terjadi. Strategi ini juga dapat digunakan apabila sesuatu yang terjadi adalah tidak begitu penting bagi kita sendiri. Dengan kata lain, strategi akomodatif adalah strategi “Saya Kalah, Anda Menang” atau “I lose, You Win”.

Gunakan Strategi Akomodatif ini pada saat :

  • Ketika suatu masalah tidak penting bagi kita
  • Ketika kita menyadari bahwa kita yang salah
  • Ketika kita bersedia membiarkan orang lain belajar dari kesalahan
  • Ketika kita tahu bahwa kita tidak akan menang
  • Ketika keharmonisan hubungan sangat penting bagi kita
  • Ketika kesamaan semua pihak lebih penting atau ketika tujuan bersama lebih penting daripada masalah yang terjadi
  • Ketika kita ingin membangun kredit atau jasa untuk masa depan kita

2. Strategi Menghindari (Avoiding)

Strategi Avoiding atau Strategi Menghindari adalah strategi yang menghindari pengambilan keputusan dalam bentuk apapun dalam sebuah konflik. Strategi ini hanya dapat digunakan apabila suatu permasalahan yang menimbulkan konflik tersebut adalah kurang penting. Biasanya, orang yang menggunakan strategi ini akan berharap masalah akan terselesaikan dengan sendirinya. Namun perlu diketahui bahwa strategi menghindari ini bukanlah strategi jangka panjang yang baik. Dalam strategi ini, tidak ada pihak yang jadi pemenang dan juga tidak ada pihak yang kalah atau “No Win – No Lose

Gunakan Strategi Menghindari ini pada saat :

  • Ketika konfliknya kecil dan mempertaruhkan hubungan pada orang yang terjadi konflik
  • Ketika masih ada hal yang lebih penting untuk diurusi atau tidak ada waktu sama sekali untuk mengurusi hal yang sedang konflik ini
  • Ketika kita mengetahui bahwa ada orang yang lebih baik untuk menyelesaikan konflik ini dengan cara yang lebih baik
  • Ketika membutuhkan informasi lebih lanjut

3. Strategi Berkolaborasi (Collaborating)

Strategi Berkolaborasi atau Collaborating Strategy sering disebut dengan strategi Win-win (menang-menang). Strategi atau gaya ini berusaha untuk memuaskan semua pihak yang sedang konflik. Diperlukan diskusi bersama tentang semua permasalahan dan mencari solusi-solusi terbaik serta diperlukan kejujuran dan komitmen dari semua pihak. Gaya kolaborasi ini adalah cara yang sangat berguna untuk menggabungkan wawasan dari orang-orang dengan perspektif yang berbeda tentang suatu masalah dan hasilnya dapat menjadi komitmen yang kuat untuk solusi dari masing-masing pihak. Dengan kata lain, strategi berkolaborasi ini adalah strategi “Saya Menang, Anda Menang” atau “I win, You win”.

Gunakan Strategi Berkolaborasi ini pada saat :

  • Ketika adanya tingkat kepercayaan yang tinggi
  • Ketika kita tidak ingin memiliki tanggung jawab penuh terhadap suatu permasalahan yang terjadi
  • Ketika kita ingin orang lain juga memiliki kepemilikan terhadap solusi yang dikemukakan
  • Ketika orang-orang yang terlibat dalam konflik bersedia untuk mengubah pemikirannya

4. Strategi Bersaing (Competing)

Gaya penyelesaian Konflik Bersaing atau Strategi Competing ini adalah strategi dengan pendekatan “win-lose” atau “menang-kalah” dimana kita berusaha untuk memenangi konflik ini dengan mengalahkan pihak lain atau “I Win, You Lose“. Kita bertindak dengan sangat tegas untuk mencapai tujuan kita tanpa bekerjasama dengan pihak lain dan bahkan dengan mengorbankan pihak lain. Strategi Competing ini mungkin cocok untuk keadaan darurat atau ketika membutuhkan tindakan yang cepat dan tegas.

Gunakan Strategi Bersaing atau Competing ini pada saat :

  • Ketika kita yakin bahwa kita yang benar
  • Ketika diperlukan untuk mengambil keputusan dalam waktu yang singkat dan cepat
  • Ketika kita harus membela hak kita sendiri
  • Ketika kita tidak ingin dimanfaatkan oleh pihak lain

5. Strategi Berkompromi (Compromising)

Gaya penyelesaian Konflik dengan strategi berkompromi ini adalah strategi yang menggunakan pendekatan “lose – lose” atau “kalah – kalah” dimana semua pihak yang sedang dalam konflik bersedia untuk mengalah atau tidak mendapatkan apa yang sebenarnya mereka inginkan demi menjaga hubungan dan kepentingan bersama. Strategi ini biasanya digunakan pada saat kedua belah pihak ingin bekerjasama dan memiliki tujuan yang sama pentingnya serta kekuatan yang setara. Strategi ini sering digunakan oleh para pebisnis untuk negosiasi kontrak dalam berbisnis. Dengan kata lain, strategi ini adalah strategi memenangkan sesuatu dengan kalah sedikit

Gunakan Strategi Berkompromi (Compromising) ini pada saat :

  • Ketika kedua pihak memiliki komitmen bersama untuk menjaga hubungannya
  • Ketika kedua pihak memiliki kekuatan atau status yang setara

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*