_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"https://ilmumanajemenindustri.com","Category":"https://ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"https://ilmumanajemenindustri.com/2018/12/","Post":"https://ilmumanajemenindustri.com/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis-jenis-analisis-kebutuhan-pelatihan/","Page":"https://ilmumanajemenindustri.com/search/","Attachment":"https://ilmumanajemenindustri.com/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis-jenis-analisis-kebutuhan-pelatihan/analisis-kebutuhan-pelatihan-training-needs-analysis/","Nav_menu_item":"https://ilmumanajemenindustri.com/1289/","Insertpostads":"https://ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/1362/"}}_ap_ufee

Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis) dan Jenis-jenisnya

Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis) dan Jenis-jenisnya – Lingkungan kerja saat ini mengharuskan tenaga kerja yang terampil untuk melakukan tugas-tugas yang kompleks dengan cara yang efisien, hemat biaya dan aman. Pelatihan diperlukan ketika tenaga kerjanya tidak bekerja sesuai dengan standar yang ditentukan atau tidak dapat bekerja pada tingkat kinerja yang diharapkan. Perbedaan antara hasil kerja yang aktual dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan atau organisasi menunjukan bahwa tenaga kerja yang bersangkutan memerlukan pelatihan atau training.

Sebelum melanjutkan proses pelatihan dan pengembangan, langkah pertama yang paling penting untuk dapat memulai pelatihan dan pengembangan adalah mengidentifikasikan  pelatihan apa yang benar-benar dibutuhkan dan apakah pelatihan tersebut dapat secara langsung ataupun tidak langsung berkontribusi terhadap pencapai tujuan organisasi. Proses mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan inilah yang biasanya disebut dengan Analisis Kebutuhan Pelatihan atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Training Needs Analysis.
Baca juga : Pengertian Analisis Jabatan (Job Analysis).

Analisis Kebutuhan Pelatihan atau Training Needs Analysis adalah proses sistematis untuk memahami kebutuhan dan persyaratan pelatihan. Analisis Kebutuhan Pelatihan yang berhasil akan dapat mengidentifikasikan tenaga kerja yang membutuhkan pelatihan dan jenis pelatihan apa yang diperlukan. Akan sangat kontra-produktif apabila manajemen menawarkan jenis pelatihan kepada karyawannya yang tidak membutuhkan pelatihan ataupun menawarkan pelatihan yang salah. Dengan melakukan Analisis Kebutuhan Pelatihan ini, manajemen dapat menempatkan sumber daya pelatihan untuk penggunaan yang lebih baik dan tepat.

Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis)

 

Jenis-jenis Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis)

Pada dasarnya, terdapat 3 jenis utama Analisis Kebutuhan Pelatihan atau (Training Needs Analysis/TNA) berdasarkan tingkatannya. Ketiga jenis Analisis Kebutuhan Pelatihan ini diantaranya adalah Individual Analysis (Analisis Individu), Task Analysis atau Work Analysis (Analisis Tugas atau Analisis Pekerjaan) dan Organizational Analysis (Analisis Organisasi).

1. Analisis Individu (Individual Analysis)

Analisis Kebutuhan Pelatihan  yang pertama adalah Analisis tentang individu atau orang. Analisis Individu ini berfokus pada orang itu sendiri. Analisis ini berkaitan dengan orang-orang yang berada di dalam organisasi yang membutuhkan pelatihan dan pengembangan di bidang tertentu.  Kinerja atau hasil kerja individu dapat diambil dari data penilaian kinerja dan dibandingkan dengan tingkat yang diharapkan atau kinerja standar yang ditentukan organisasi. Analisis Individu juga dapat dilakukan melalui kuesioner, umpan balik, wawancara pribadi dan lain-lainnya.

Misalnya Analisis Individu pada seorang manajer, jabatan manajer merupakan jabatan tinggi yang memerlukan analisis lengkap. Dimulai dari pengalaman manajer atau karyawan yang bersangkutan, pengetahuan, kemampuan hingga pada kepribadian mereka. Manajer pada dasarnya merupakan sebuah jabatan yang memiliki penghasilan yang tinggi namun mereka yang menjabat sebagai manajer ini juga harus mengetahui dan memahami apa yang seharusnya dilakukan dan dimiliki oleh seorang manajer seperti bagaimana caranya untuk menangani bawahannya, mengetahui setiap detil pekerjaan bawahannya serta dapat bekerjasama dengan semua pihak yang berkaitan dengan tugas dan jabatannya.

2. Analisis Tugas (Task Analisis)

Analisis Tugas (Task Analisis) atau juga sering disebut juga dengan Job Analisis (Analisis Pekerjaan) adalah analisis yang berfokus pada persyaratan apa yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas. Analisis Tugas ini menentukan tugas-tugas utama dan tingkat keterampilan yang diperlukan dalam melakukan tugas-tugas tersebut. Dengan mengetahui keterampilan yang dibutuhkan ini, pihak Manajemen dapat menentukan pelatihan terbaik yang seharusnya dimiliki oleh karyawan. Kurikulum pelatihan akan menjadi standar bagi semua orang di setiap posisi karena pelatihannya berfokus pada tugas yang harus dikuasai, bukan pada orang-orang atau individu-individunya.

3. Analisis Organisasi (Organizational Analysis)

Analisis Organisasi atau Organizational Analysis adalah Analisis yang membantu perusahaan atau organisasi untuk memprediksi tentang strategi bisnis di masa depan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasinya. Analisis organisasi pada dasarnya adalah penentuan kebutuhan pelatihan untuk organisasi secara menyeluruh seperti visi dan misi, sasaran dan tujuan organisasi serta rencana-rencana strategis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*